Nahas, Tiga Bocah Ditemukan Tewas Tenggelam di Bendungan Pringsewu

Tiga pelajar SD, Zainul (7), Dafa Alfarezel (8), dan Khoirul Imam (8), ditemukan meninggal diduga tenggelam di Bendungan Widara Payung, Pringsewu, Senin siang.
Penemuan bermula ketika dua remaja melihat benda merah mengambang dan menemukan korban pertama; warga kemudian mengevakuasi korban serta melanjutkan pencarian.
Tiga pasang sandal di sekitar bendungan memicu pencarian lanjutan hingga dua korban lain ditemukan setelah pintu air dibuka; polisi masih menyelidiki penyebab kejadian.
Pringsewu, IDN Times - Tiga bocah ditemukan meninggal dunia di Bendungan Widara Payung, Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Senin (5/10/2026) siang. Ketiganya diduga tenggelam saat berada di sekitar bendungan tersebut.
Kapolsek Pringsewu Kota, AKP Ramon Zamora membenarkan peristiwa tersebut. Ketiga korban diketahui masih berstatus sebagai pelajar sekolah dasar.
"Untuk sementara, dugaan awal ketiga korban meninggal dunia akibat tenggelam. Namun, kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).
1. Tiga korban ditemukan bertahap

Polisi dan warga mengevakuasi ketiga jenazah bocah tenggelam di Bendungan Widara Payung, Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. (Dok. Polres Pringsewu). Berdasarkan hasil identifikasi, ketiga korban masing-masing Zainul (7), warga Pekon Podosari, Pringsewu; Dafa Alfarezel (8), warga Pekon Podosari, Pringsewu; dan Khoirul Imam (8), warga Pekon Sinar Baru, Kecamatan Sukoharjo.
Korban pertama, Zainul, ditemukan warga sekitar pukul 12.30 WIB. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus merah dan celana pendek abu-abu. Sekitar satu jam kemudian, warga kembali menemukan korban kedua, Dafa Alfarezel. Bocah tersebut ditemukan mengenakan kaos oranye dan celana pendek merah.
"Korban ketiga, Khoirul Imam ditemukan sekitar pukul 13.42 WIB. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja biru kombinasi garis hitam-biru dan celana krem," jelas Ramon.
2. Berawal dari dua remaja melihat pakaian mengambang

Polisi dan warga mengevakuasi ketiga jenazah bocah tenggelam di Bendungan Widara Payung, Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. (Dok. Polres Pringsewu). Ramon menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh dua remaja hendak menyeberangi bendungan. Keduanya melihat benda berwarna merah dalam kondisi mengambang di permukaan air.
Akibat curiga, kedua remaja tersebut kemudian mendekati benda tersebut. Mereka ternyata menemukan seorang anak laki-laki dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Keduanya kemudian bergegas menuju permukiman warga yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi untuk meminta pertolongan. "Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi dan melakukan evakuasi terhadap korban," ucap Ramon.
3. Tiga pasang sandal memicu pencarian korban lain

ilustrasi sandal jepit (pexels.com/Madi) Saat korban pertama ditemukan, warga belum mengetahui identitasnya. Namun, kecurigaan muncul setelah ditemukan tiga pasang sandal di sekitar bendungan. Temuan tersebut membuat warga dan petugas menduga masih ada korban lain di dalam bendungan.
Alhasil, pencarian kemudian dilakukan di sekitar lokasi. Petugas dan warga selanjutnya membuka pintu air sehingga permukaan bendungan mulai surut, setelah dilakukan pencarian lebih lanjut dua korban lainnya akhirnya ditemukan.
"Ketiga korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pringsewu untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan. Setelah proses penanganan selesai, jenazah ketiga korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," kata Ramon.
4. Polisi masih selidiki penyebab kejadian

Polisi dan warga mengevakuasi ketiga jenazah bocah tenggelam di Bendungan Widara Payung, Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. (Dok. Polres Pringsewu). Terkait kejadian tersebut, Ramon menambahkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian menyebabkan ketiga bocah tersebut meninggal dunia.
Polisi turut mengimbau masyarakat, terutama orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak. Anak-anak juga diminta tidak bermain atau berenang di bendungan, sungai, saluran irigasi, maupun lokasi perairan lain yang memiliki kedalaman dan arus berbahaya.
"Anak-anak yang tidak mahir berenang sebaiknya tidak bermain di sekitar perairan, terlebih tanpa pengawasan orang dewasa. Kondisi bendungan juga tidak bisa dianggap aman, karena kedalaman dan arus air dapat berubah sewaktu-waktu," imbaunya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















