Fakta Unik Dies Natalis ke-12 Itera Kamu Perlu Tahu

ITERA merayakan Dies Natalis ke-12 dengan kampus seluas 273 hektare di Lampung Selatan dan tambahan 85 hektare lahan di Lampung Barat.
ITERA memiliki 22.651 mahasiswa aktif, 41 program sarjana, satu magister, serta 16.159 lulusan; rata-rata waktu tunggu kerja alumni 2,8 bulan.
Pada 2025–2026, ITERA meraih penghargaan keberlanjutan, peringkat keenam PIMNAS, aktif mengembangkan riset, dan telah memiliki delapan program studi berpredikat unggul.
Take a Deeper Reads

Lampung Selatan, IDN Times - Dua belas tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Dua belas tahun adalah perjalanan membangun, bertumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi Sumatera dan Indonesia.
Itulah sepenggal kisah perjalanan Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang merayakan Dies Natalis ke-12, Selasa (6/10/2026). Berikut IDN Times sajikan sejumlah fakta unik kampus berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan ini.
1. Luas lahan 273 hektare

Potret udara kampus Itera, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. (Dok. Itera). Berdiri di atas tanah yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan, sejak tahun 2014, ITERA telah berkembang menjadi kawasan kampus seluas 273 hektare di daerah Lampung Selatan. Adanya kampus iniberdampak kepada berkembangnya kawasan ekonomi baru yang terus bertumbuh.
Selain di Lampung Selatan, Itera juga memiliki 85 hektare lahan di Kabupaten Lampung Barat.
2. Waktu tunggu lulusan mendapat pekerjaan rata-rata 2,8 bulan

Cika Amalia Shabira, Wisudawan Terbaik I Wisuda Institut Teknologi Sumatera (Itera), Sabtu (25/7/2026). (Dok. Itera). Itera saat ini memiliki 22.651 ribu mahasiswa aktif, 41 program studi sarjana dan 1 program magister. Serta telah menghasilkan 16.159 lulusan yang sebagian besar telah mengabdi di berbagai bidang pekerjaan dalam dan luar negeri.
Berdasarkan renstra Itera tahun 2025, dari hasil tracer study, dari sebagian responden alumni, diperoleh data alumni Itera mempunyai waktu tunggu rata-rata selama 2,8 bulan untuk mendapatkan pekerjaan.
Selain itu, 78 persen lulusan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keilmuan yang dipelajari selama kuliah. Data ini terus diperbaharui secara terus menerus.
3. Prestasi ditorehkan

ilustrasi prestasi (Unsplash/Giorgio Trovato) Berbagai prestasi dalam bidang akademik, penelitian dan pengabdian masyarakat sudah dicapai oleh Itera. Pada Tahun 2025, Itera meraih penghargaan Perguruan Tinggi Paling Berkelanjutan dalam Bidang Penataan Ruang dan Infrastruktur di Indonesia.
Tahun 2026 ini, Itera kembali meraih peringkat kedua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Satuan Kerja (Satker) paling berkelanjutan di Indonesia tahun 2026 dalam Pemeringkatan UI GreenMetric Indonesia 2026
Mahasiswa ITERA juga terus menunjukkan prestasi. Pada PIMNAS ke-38, ITERA berhasil menempati peringkat keenam nasional dari 167 perguruan tinggi peserta, diikuti dengan berbagai prestasi lainnya di tingkat regional dan nasional.
4. Dosen aktif penelitian

Program Studi Teknik Lingkungan Itera memantau kualitas udara di lingkungan kampus imbas masuknya abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (Dok. Itera). Dalam bidang penelitian, dosen-dosen Itera secara aktif melakukan penelitian dengan pendanaan internal dan tentunya dengan dana yang bersumber dari sumber lainnya yang diperoleh secara kompetitif.
Salah satu pendanaan yang cukup besar diperoleh oleh Harkunti Pertiwi Rahayu dari Lembaga Internasional UN ESCAP yang hari ini diresmikan. Selain itu, riset dan inovasi berupa publikasi nasional dan internasional yang semakin meningkat setiap tahunnya.
5. Ada 8 prodi predikat unggul

Pembuatan Mocaf di ITERA. (IDN Times/Muhaimin) Secara bertahap satu persatu program studi di Itera sudah memperoleh predikat unggul. Sampai saat ini sudah 8 Prodi dengan predikat unggul dan beberapa di antaranya sedang berproses, sehingga selanjutnya diikuti dengan proses akreditasi unggul untuk Institusi ITERA.





















