Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lampung Panen Padi Gogo Perdana dan Peringkat 5 Produsen Padi Nasional

Lampung Panen Padi Gogo Perdana dan Peringkat 5 Produsen Padi Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memanen perdana padi gogo. (IDN Times/Istimewa)

Tulangbawang Barat, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi panen perdana padi gogo pada proyek penelitian di PT Huma Indah Mekar, Desa Penumangan, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, Sabtu (12/2/2022).

Padi Gogo diketahui merupakan jenis padi ditanam pada area lahan kering atau lazim disebut dengan padi tegalan. Budidaya padi gogo sama sekali tidak membutuhkan irigasi dan dapat diaplikasikan di daerah bercurah hujan rendah.

Luasan area tanaman padi Gogo pada lahan kering di Tulangbawang Barat ini terhampar 84 hektare. Keberhasilan penanaman padi gogo di Kabupaten Tubaba ini diharapkan bisa menjadi model pengembangan lahan kering tanaman padi di Kabupaten/kota lainnya di wilayah Provinsi Lampung.

1. Menko sebut Lampung duduki posisi 5 produsen padi nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memanen perdana padi gogo. (IDN Times/Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memanen perdana padi gogo. (IDN Times/Istimewa)

Airlangga menyatakan, saat ini Provinsi Lampung menempati posisi urutan ke-5 produsen padi di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Jumlah produksi 2.4 juta gabah kering giling (GKG), dengan produktifitas 50 kwintal per hektare.

Adanya pengembangan varietas padi gogo di Provinsi Lampung ia berharap, bisa memberikan hasil positif dan dapat dibudidayakan di lahan-lahan kering lainnya di Provinsi Lampung, sehingga dapat lebih meningkatkan produktifitas padi.

“Indonesia dalam 3 tahun terakhir tidak pernah lagi impor beras. Dengan persediaan yang lebih dari cukup, saat ini kita justru menghadapi musim panen dan sudah banyak negara lain yang minta," ucapnya.

2. Airlangga minta semua provinsi perbaiki catatan NTP

Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memanen perdana padi gogo. (IDN Times/Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memanen perdana padi gogo. (IDN Times/Istimewa)

Menko turut menyampaikan, arahan Presiden RI Joko (Jokowi) Widodo untuk seluruh Provinsi agar memperbaiki Nilai Tukar Petani (NTP). Seperti halnya NTP Lampung menyentuh angkat diatas 100.

Diketahui berdasarkan data BPS Provinsi Lampung per 2 Februari 2022, NTP Provinsi Lampung Januari 2022 sebesar 106,85 atau naik 0,52 persen. Peningkatan itu dikarenakan Indeks Harga Diterima Petani (Ib) berhasil naik lebih tinggi, dibandingkan kenaikan Indeks Harga Dibayar Petani (It). Kenaikan It Lampung sebesar 1,30 persen dan Ib naik sebesar 0,77 persen.

“NTP Lampung Januari 2022 untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Padi dan Palawija (NTP-P) 95,67, Hortikultura (NTP-H) 95,89, Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) 122,21, Peternakan (NTP-Pt) 104,71, Perikanan Tangkap 108,94, dan Perikanan Budidaya 100,41” rincinya.

Sementara pada Januari 2022 terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Provinsi Lampung sebesar 0,79 persen. “Ini disebabkan oleh peningkatan indeks kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” sambung dia.

3. Gubernur pastikan perekonomian Lampung terus meningkat di tengah pandemik

Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memanen perdana padi gogo. (IDN Times/Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memanen perdana padi gogo. (IDN Times/Istimewa)

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menjelaskan, meskipun saat ini sedang dalam masa pandemik COVID-19, namun perekonomian Lampung dapat terus meningkat.

"Alhamdulilah pak Meko, meskipun dalam kondisi COVID-19, tapi perekonomian kita dapat terus meningkat. Saat ini Provinsi Lampung urutan ke 5 produksi padi, Jagung nomor 3, Kopi nomor 1, Udang nomor 1, dan banyak komoditas lainnya," papar Arinal.

Gubernur juga mengucapkan terimakasih kepada Aburizal Bakrie melalui PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, telah berhasil menghadirkan inovasi perkebunan padi gogo pertama di Indonesia, dengan cara mengkonversikan lahan kering seluas 84 hektare dikelola dengan menggunakan manajemen modern.

"Dulu Lampung sebenarnya menggunakan metode penanaman lahan kering, kemudian beralih ke persawahan. Adanya percontohan ini semoga menjadi titik balik, agar kita juga bisa menggunakan lahan kering, supaya produktifitas kita terus meningkat, saya akan berjuang dengan maksimal," imbuh Arinal.

4. Bakrie Group komitmen dukung pemerintah pusat hingga daerah

Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memanen perdana padi gogo. (IDN Times/Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Perekononian RI Airlangga Hartarto dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memanen perdana padi gogo. (IDN Times/Istimewa)

Direktur Bakrie Sumatera Plantation Tbk, Adhika Andrayudha Bakrie menyatakan, Bakrie Group berkomitmen memberikan terbaik untuk negeri dan mendukung semua program pembangunan, baik pusat maupun ditingkat daerah, dalam hal ini Provinsi Lampung.

"Kami berkomitmen untuk mendukung program pembangunan baik pusat maupun daerah, berkontribusi dengan menyediakan lahan pertanian yang berbeda, yakni sawah kering dengan proses penanaman yang dilakukan dengan modern," katanya.

Pada lahan 84 hektare ini, Adhika melanjutkan, dari hasil uji panen BPS dan Dinas Pertanian Tulang Bawang Barat diperoleh hasil 5.3 ton per hektare. “Jika hasil panen memuaskan, maka dapat dijadikan percontohan untuk wilayah lainnya," tandasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tama Wiguna
Martin Tobing
Tama Wiguna
EditorTama Wiguna
Follow Us

Latest News Lampung

See More

Jemaah Haji Lampung Berangkat 25 April 2026, Cek Pembagian Kloter

07 Apr 2026, 18:02 WIBNews