Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nelayan Jatuh di Perairan Lamtim, Meninggal Setelah 2 Hari Pencarian

Nelayan Jatuh di Perairan Lamtim, Meninggal Setelah 2 Hari Pencarian
Tim SAR mencari hingga mengevakuasi korban Selamet, nalayan terjatuh di perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. (DOK. Basarnas Lampung).
Intinya Sih
  • Seorang nelayan bernama Selamet asal Teluk Betung Selatan ditemukan meninggal setelah dua hari pencarian di perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.
  • Korban diduga terjatuh ke laut saat menyortir hasil tangkapan di kapal Wahana Kaya dan dilaporkan hilang pada Sabtu sore.
  • Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah mengapung sekitar 10 mil dari lokasi awal dan mengevakuasinya tanpa hambatan pada Minggu malam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Timur, IDN Times - Seorang nelayan bernama Selamet (50) warga Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari kapal saat mencari ikan di perairan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).

Jasad korban Selamet berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan setelah dua hari dilakukan operasi pencarian tepatnya Minggu (5/4/2026).

"Benar, Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke Puskesmas Labuhan Maringgai,” ujar Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

1. Hilang saat menyortir hasil tangkapan

IMG_20260407_080722.jpg
Tim SAR mencari hingga mengevakuasi korban Selamet, nalayan terjatuh di perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. (DOK. Basarnas Lampung).

Rezie mengungkapkan, peristiwa nahas ini bermula saat Kapal Ikan Wahana Kaya berangkat dari Pandeglang, Banten hendak menuju perairan Lampung Timur, Jumat (3/4/2026).

Namun keesokan harinya Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, korban bersama anak buah kapal (ABK) lainnya tengah menyortir hasil tangkapan di bagian depan kapal. Kemudian tak lama, korban tidak lagi terlihat dan diduga terjatuh ke laut tanpa diketahui rekan-rekannya.

"Atas kejadian awal ini dilaporkan ke Polairud Lampung Timur dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung," ucapnya.

2. Ditemukan mengapung sekitar 10 mil dari titik kejadian

IMG-20260407-WA0026.jpg
Tim SAR mencari hingga mengevakuasi korban Selamet, nalayan terjatuh di perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. (DOK. Basarnas Lampung).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Rezie melakukan, tim rescue dari Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 32 mil laut.

Setibanya di lokasi pada Minggu pagi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, dan nelayan setempat langsung melakukan serangkaian kegiatan operasi pencarian terhadap korban. Namun, pencarian sempat dihentikan sementara akibat cuaca buruk, hujan, dan gelombang tinggi pada sore hari.

"Baru di sekitar pukul 18.30 WIB, tim SAR menerima informasi dari kapal tugboat yang melintas bahwa korban terlihat mengapung sekitar 10 mil laut arah tenggara dari lokasi awal kejadian," ungkap dia.

3. Jenazah korban dievakuasi tim SAR tanpa hambatan

IMG_20260407_080711.jpg
Tim SAR mencari hingga mengevakuasi korban Selamet, nalayan terjatuh di perairan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. (DOK. Basarnas Lampung).

Berbekal informasi tersebut, Rezie menambahkan, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju titik koordinator dimaksud dan berhasil mengevakuasi korban Selamet tanpa hambatan pada pukul 20.30 WIB.

"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR sudah resmi dihentikan pada pukul 21.00 WIB dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing. Kami sampaikan terima kasih," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More