Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Strategi Dinkes Balam Percepat Eliminasi TBC, Gratis dan Terlacak

Strategi Dinkes Balam Percepat Eliminasi TBC, Gratis dan Terlacak
ilustrasi TBC (freepik.com./freepik
Intinya Sih
  • Dinkes Bandar Lampung menerapkan strategi jemput bola dengan sistem data by name by address untuk memastikan pasien TBC terpantau dan pengobatan tidak terputus.
  • Seluruh layanan TBC, mulai dari tes laboratorium hingga obat-obatan, diberikan gratis melalui sistem rujukan ke fasilitas kesehatan yang memiliki alat Tes Cepat Molekuler.
  • Pemerintah melibatkan kader dan pamong kelurahan dalam pelacakan serta edukasi pasien, didukung regulasi dan anggaran khusus guna mempercepat eliminasi TBC di tingkat masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung memilih pendekatan “jemput bola” menekan kasus Tuberkulosis. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), penanganan kini tak hanya fokus pada pengobatan, tapi juga pelacakan ketat hingga ke tingkat kelurahan.

Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi A. Temenggung, mengatakan pihaknya kini mengandalkan data pasien berbasis nama dan alamat (by name by address).

Ia menyampaikan, strategi ini dinilai efektif untuk memastikan pasien tidak putus obat sekaligus mempermudah pelacakan kontak erat.

“Dengan data detail, kami bisa pastikan pasien terpantau dan pengobatan berjalan sampai tuntas,” katanya, Senin (27/4/2026).

1. Layanan gratis dari tes hingga pengobatan

IMG-20260331-WA0001.jpg
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Temenggung Arsyad. (IDN Times/Muhaimin)

Muhtadi memastikan, seluruh proses penanganan TBC diberikan tanpa biaya. Mulai dari pemeriksaan laboratorium hingga obat-obatan, semuanya ditanggung pemerintah.

Ia menambahkan, meski belum semua puskesmas memiliki alat Tes Cepat Molekuler (TCM), sistem rujukan membuat layanan tetap berjalan.

"Pasien akan diarahkan ke fasilitas terdekat seperti RSUD Abdul Moeloek dan RSUD A. Dadi Tjokrodipo," tambah Muhtadi.

2. Dua skema untuk putus rantai penularan

virus
ilustrasi virus (pexels.com/CDC)

Penanganan TBC di Bandar Lampung dilakukan dengan dua pendekatan utama. Pasien positif wajib menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan.

Sementara kontak erat dengan hasil skrining negatif diberikan Terapi Pencegahan TBC (TPT) selama 12 minggu.

"Skema yang kita rancang ini diharapkan mampu menekan penularan dari hulu ke hilirnya," jelasnya.

3. Libatkan kader hingga tingkat kelurahan

Ilustrasi TBC. (Kemkes.go.id)
Ilustrasi TBC. (Kemkes.go.id)

Tak hanya mengandalkan tenaga medis, Pemkot juga menggerakkan kader dan pamong di tingkat lokal. Muhtadi menyebut mereka berperan dalam pelacakan kasus, edukasi, hingga memastikan pasien disiplin minum obat.

Selain itu, dukungan juga datang dari regulasi daerah berupa keputusan wali kota dan peraturan wali kota tentang percepatan eliminasi TBC, serta alokasi anggaran khusus untuk operasional lapangan.

“Ini kerja bersama. Kader dan pamong jadi ujung tombak di masyarakat,” ujar Muhtadi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More