Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Stok Aman, Cakupan Imunisasi Campak di Lampung Belum Capai Target

Stok Aman, Cakupan Imunisasi Campak di Lampung Belum Capai Target
Ilustrasi vaksin campak (Freepik/freepik)
Intinya Sih
  • Dinas Kesehatan Lampung memastikan stok vaksin campak rubella aman dengan total lebih dari 189 ribu dosis di provinsi dan 23 ribu dosis tersebar di kabupaten atau kota.
  • Cakupan imunisasi campak di Lampung belum mencapai target nasional, dengan MR1 baru 80,47 persen, MR2 sebesar 78 persen, dan MR3 mencapai 93,22 persen.
  • Kendala utama peningkatan imunisasi meliputi hoaks vaksin, penolakan sebagian masyarakat, serta kurangnya partisipasi orang tua membawa anak ke posyandu setelah usia satu tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung memastikan ketersediaan vaksin campak rubella (MR) di wilayah setempat masih dalam kondisi aman. Itu seiring meningkatnya kewaspadaan terhadap kasus campak.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Lampung, Edwin Rusli mengatakan, stok vaksin campak di tingkat provinsi saat ini mencapai ratusan ribu dosis dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu dekat.

“Stok vaksin campak di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung per awal April 2026 sebanyak 189.600 dosis dan diperkirakan cukup untuk dua bulan ke depan,” ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).

1. Distribusi vaksin rutin ke kabupaten/kota

ilustrasi vaksin campak (freepik.com/jcomp)
ilustrasi vaksin campak (freepik.com/jcomp)

Selain stok di tingkat provinsi, Edwin melanjutkan, ketersediaan vaksin juga tersebar di kabupaten/kota. Hingga awal April 2026, stok vaksin campak di dinas kesehatan kabupaten/kota tercatat sebanyak 23.640 dosis.

Menurutnya, distribusi vaksin dilakukan secara rutin setiap bulan, pemerintah kabupaten/kota dapat mengajukan permintaan sesuai kebutuhan layanan imunisasi di wilayah masing-masing.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan pasokan vaksin tetap terpenuhi,” jelasnya.

2. Cakupan imunisasi belum capai target

WhatsApp Image 2026-04-01 at 13.15.57.jpeg
Pemberian vaksin campak di Desa Ringinpitu Tulungagung. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Meski ketersediaan vaksin terbilang aman, Edwin mengakui cakupan imunisasi campak di Lampung masih belum mencapai sebagaimana target nasional sebesar lebih dari 95 persen.

Berdasarkan data 2025, cakupan imunisasi campak dosis pertama (MR1) pada usia 9 bulan baru mencapai 80,47 persen. Sementara dosis kedua (MR2) pada usia 18 bulan sebesar 78 persen, dan dosis ketiga (MR3) pada anak usia sekolah dasar mencapai 93,22 persen.

“Artinya, masih ada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga perlu terus didorong melalui berbagai program kejar imunisasi,” katanya.

3. Hadapi kendala hoaks hingga penolakan vaksin

ilustrasi vaksin campak
ilustrasi vaksin campak (freepik.com/freepik)

Edwin menyampaikan, rendahnya cakupan imunisasi campak dipengaruhi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya ialah marak informasi hoaks terkait vaksin di media sosial yang memicu keraguan masyarakat.

Selain itu, masih terdapat kelompok masyarakat yang menolak imunisasi karena alasan kepercayaan, hingga kekhawatiran orang tua terhadap efek samping seperti demam setelah imunisasi.

“Kami juga melihat masih banyak orang tua yang tidak membawa anaknya ke posyandu setelah usia satu tahun, padahal imunisasi campak masih harus dilengkapi hingga usia sekolah dasar,” keluhnya.

4. Dinkes gencarkan imunisasi dan edukasi

IMG_20260404_153951.jpg
Kegiatan sosialisasi vaksin campak digelar Dinkes Lampung bersama PKK Provinsi Lampung. (Dok. Dinkes Lampung).

Dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung terus menggencarkan berbagai upaya, mulai dari program surveilans campak berbasis kasus individu hingga pelaksanaan imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap vaksinasinya.

Selain itu, pemerintah juga melibatkan lintas sektor seperti Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, hingga tenaga kesehatan untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

“Kami terus mengedukasi masyarakat terkait pentingnya imunisasi campak dan mengajak orang tua segera melengkapi vaksinasi anaknya demi mencegah penularan,” tegas Edwin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More