Bandar Lampung, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menemukan fakta menjamurnya stockpile batu bara di Bandar Lampung dan Lampung Selatan dalam waktu relatif singkat. Walhi menduga stockpile ini berpotensi merusak lingkungan dari aspek pencemaran air dan udara.
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Walhi Lampung, Irfan Tri Musri dalam diskusi publik “Semakin Maraknya Aktivitas Stockpile Batubara di Kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan, Legal dan Aman Kah?” di Kantor Eksekutif Daerah Walhi Lampung, Kamis (13/4/2023).
“Sejak November 2022, semakin banyak stockpile batu bara yang kita temukan di lapangan. Total ada 17 titik dan itu yang sudah kita temukan saja, tidak tahu kalau masih ada yang belum kita temukan,” katanya.
Ia menjelaskan lebih rinci, dari 17 titik tersebut, 9 titik berada di Bandar Lampung atau tersebar di wilayah Kecamatan Sukabumi dan Panjang. Lalu 8 titik lainnya ada di Kabupaten Lampung Selatan tepatnya di Kecamatan Tanjung Bintang dan Katibung. Ketujuh belas stockpile ini dimiliki oleh 14 perusahaan.
