Ilustrasi laboratorium (pexels.com/ ThisisEngineering)
Menurut Suripto, untuk program studi, persaingan paling ketat di kelompok saintek tercatat pada Program Studi Gizi dengan rasio keketatan 1:90, diikuti Farmasi 1:38, Sistem Informasi 1:35, Kedokteran 1:21, hingga Teknik Sipil 1:9.
Sementara pada kelompok soshum, Manajemen menjadi program studi paling diminati dengan tingkat keketatan 1:27, disusul Pendidikan Bahasa Indonesia, PPKn, Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Biologi, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Geografi, hingga Ilmu Administrasi Bisnis dengan rasio sekitar 1:12. Untuk program diploma, tingkat keketatan terendah berada pada kisaran 1:3.
Suripto juga mengatakan, capaian membanggakan juga ditunjukkan sejumlah sekolah dengan jumlah siswa lolos terbanyak. Di antaranya SMA Negeri 7 Bandar Lampung dengan 88 siswa, SMA Negeri 3 Bandar Lampung 72 siswa, SMA Negeri 1 Terbanggi Besar 69 siswa, MAN 1 Bandar Lampung 68 siswa, SMA Negeri 14 Bandar Lampung 68 siswa, serta SMA IT Unila sebanyak 64 siswa.
"Data ini menunjukkan pemerataan kualitas sekolah menengah yang terus tumbuh, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di Provinsi Lampung," jelasnya.