Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Siswa SD di Bandar Lampung Belajar Bikin Buku Cerita Pakai Canva

Bandar Lampung
2 min read
Siswa SD di Bandar Lampung Belajar Bikin Buku Cerita Pakai Canva
ilustrasi membaca buku digital (pexels.com/Jonathan Borba)
  • Program Studi Teknik Elektro Itera melatih siswa kelas III-VI SD Islam Darul Athfal Bandar Lampung membuat buku cerita digital melalui enam kunjungan pada Oktober-November 2026.

  • Siswa menyusun tema, alur, pesan moral, storyboard, karakter, dan ilustrasi, lalu menggunakan Canva serta Adobe Illustrator untuk menata buku hingga berformat PDF.

  • Program berbasis proyek ini didampingi dosen dan mahasiswa lintas prodi; sekolah menilai kegiatan tersebut menambah motivasi siswa untuk belajar dan berkarya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Membuat buku cerita sendiri menjadi cara yang dikenalkan Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Sumatera (Itera) untuk mengasah kemampuan siswa SD Islam Darul Athfal, Bandar Lampung. Dalam pelatihan ini, siswa tidak hanya menyusun cerita, tetapi juga merancang ilustrasi hingga menghasilkan buku digital.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Hibah PkM Kelompok Keilmuan (KK) Tahun 2026 ini diketuai Dean Corio. Kegiatan berlangsung pada Oktober hingga November 2026 melibatkan siswa kelas III hingga VI melalui enam kali kunjungan, mulai dari pengenalan materi hingga presentasi karya.

  1. 1. Siswa belajar menyusun cerita dan desain buku digital

    Sejumlah siswa mengikuti pelatihan penyusunan cerita dan desain buku digital bersama tim mahasiswa Itera di ruang kelas.
    Tim Mahasiswa Itera latih siswa belajar menyusun cerita dan desain buku digital (dok.humas/itera)

    Ketua tim pelaksana, Dean Corio, menjelaskan, pelatihan dimulai dengan menentukan tema cerita, menyusun alur dan pesan moral, serta membuat storyboard sebagai panduan. Siswa kemudian merancang karakter dan ilustrasi untuk mendukung cerita yang mereka tulis.

    "Mereka juga mempelajari penggunaan Canva dan Adobe Illustrator, termasuk menata halaman, mendesain sampul, memilih warna, dan mengatur teks agar mudah dibaca. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pembuatan buku cerita digital yang hasil akhirnya disimpan dalam format PDF," jelasnya.

    Dean mengatakan, program ini berangkat dari tantangan meningkatkan minat baca, kemampuan menyusun cerita secara runtut, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran kreatif. Melalui pendekatan project-based learning, siswa mengikuti proses pembuatan buku secara langsung, bukan hanya mempelajari teori atau cara menggunakan aplikasi desain.

  2. 2. Buku digital jadi hasil utama program

    Ilustrasi aplikasi buku digital. (Dok. Freepik/rawpixel.com)
    Ilustrasi aplikasi buku digital. (Dok. Freepik/rawpixel.com)

    Tim pelaksana menargetkan buku cerita digital buatan siswa sebagai salah satu hasil utama kegiatan. Selain itu, program ini juga menargetkan publikasi media massa, poster, video kegiatan, dan artikel ilmiah. Dean Corio bersama tim berharap pelatihan tersebut dapat mendorong siswa menghasilkan karya digital secara mandiri.

    Sementara bagi mahasiswa Itera, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan perkuliahan, membangun kerja sama lintas disiplin, dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.

  3. 3. Dosen dan mahasiswa lintas prodi terlibat dalam pendampingan

    Tim mahasiswa Itera mendampingi para siswa menyusun cerita dan merancang buku digital dalam kegiatan pelatihan.
    Tim Mahasiswa Itera latih siswa belajar menyusun cerita dan desain buku digital (dok.humas/itera)

    Disampaikan Dean, kegiatan ini melibatkan dosen lintas keahlian, mahasiswa KKN Rekognisi 2026, serta mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual, Teknik Elektro, Teknik Biomedis, dan Teknologi Pangan. Keterlibatan berbagai disiplin ilmu mendukung pendampingan selama kegiatan, mulai dari pengembangan cerita hingga penerapan desain dan teknologi digital.

    Kepala SD Islam Darul Athfal, Khairunnisa menyambut baik pelatihan tersebut karena dinilai dapat menambah semangat siswa untuk belajar dan berkarya.

    “Kegiatan ini menjadi penambah motivasi belajar dan berkarya bagi siswa di Darul Athfal,” ujar Khairunnisa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More