Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mahasiswa Itera Bikin Alat Ukur Balita Digital untuk Posyandu

Kab. Pringsewu
2 min read
Mahasiswa Itera Bikin Alat Ukur Balita Digital untuk Posyandu
ilustrasi mengukur tinggi badan anak (freepik.com/freepik)
  • Mahasiswa Itera mengembangkan Antropometri Digital yang menggabungkan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan suhu tubuh balita dalam satu perangkat.
  • Alat tersebut memiliki pencatatan digital terhubung dasbor web untuk menyimpan dan memantau data pertumbuhan balita secara sistematis serta mengurangi risiko kesalahan manual.
  • Tim Itera melatih kader Posyandu Matahari di Pringsewu, lalu menjadwalkan uji coba pada balita dan pendampingan untuk mengevaluasi kemudahan serta kinerja perangkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pringsewu, IDN Times - Pengukuran berat badan hingga suhu tubuh balita menjadi bagian dari pelayanan rutin posyandu. Untuk mempermudah proses tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan alat Antropometri Digital yang mengintegrasikan empat jenis pengukuran dalam satu perangkat.

Inovasi ini diperkenalkan kepada kader Posyandu Matahari, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kabupaten Pringsewu. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN Rekognisi mahasiswa, tim dosen dan mahasiswa Itera memberikan pelatihan agar kader dapat mengoperasikan alat tersebut untuk mendukung pelayanan kesehatan balita.

  1. 1. Satu alat untuk mengukur empat indikator balita

    ilustrasi berat badan anak (freepik.com/rawpixels.com)
    ilustrasi berat badan anak (freepik.com/rawpixels.com)

    Koordinator tim PkM, Eko Satria mengatakan, alat Antropometri Digital karya mahasiswa Itera dirancang untuk mengukur berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan suhu tubuh balita. Perangkat ini juga dilengkapi sistem pencatatan digital yang terhubung dengan dasbor berbasis web.

    "Melalui sistem tersebut, hasil pengukuran dapat disimpan dan dipantau secara lebih sistematis. Pencatatan digital ini diharapkan mempermudah kader mengelola data pertumbuhan balita sekaligus mengurangi risiko kesalahan pencatatan manual," terangnya.

  2. 2. Kader posyandu praktik langsung menggunakan alat

    Ilustrasi pengukuran berat badan anak. (Dok. Istimewa)
    Ilustrasi pengukuran berat badan anak. (Dok. Istimewa)

    Dalam pelatihan tersebut, tim Itera menjelaskan fungsi dan prosedur pengoperasian perangkat, mulai dari persiapan hingga pengelolaan data melalui sistem digital. Para kader kemudian mengikuti demonstrasi dan praktik langsung untuk memahami tahapan penggunaannya.

    Kader Posyandu Matahari juga berdiskusi dengan tim Itera untuk menyampaikan masukan terkait penggunaan alat dalam pelayanan sehari-hari. Menurut Eko, sebagai tindak lanjut, tim Itera menjadwalkan uji coba Antropometri Digital secara langsung kepada balita dan mendampingi kader saat menggunakan perangkat untuk melakukan pengukuran.

  3. 3. Dorong pemanfaatan inovasi teknologi karya mahasiswa

    ilustrasi inovasi pendidikan (freepik.com/freepik)
    ilustrasi inovasi pendidikan (freepik.com/freepik)

    Eko menambahkan, uji coba ini menjadi tahap evaluasi untuk mengetahui kemudahan penggunaan serta kinerja alat dalam mendukung pelayanan posyandu. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan perangkat agar semakin sesuai dengan kebutuhan kader dan kondisi pelayanan di lapangan.

    Menurutnya, melalui integrasi program PkM dosen dan KKN Rekognisi mahasiswa, Itera mendorong pemanfaatan inovasi teknologi karya mahasiswa agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "Selain mendukung peningkatan efisiensi pelayanan posyandu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab kebutuhan masyarakat," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More