Viral Kopdes di Tengah Hutan Lampung Barat, Peratin Buka Suara

Bangunan Kopdes Merah Putih di Pekon Marga Jaya, Lampung Barat, viral karena terlihat berada di kawasan perkebunan dengan akses jalan berlumpur yang kerap dilalui motor trail.
Peratin Marga Jaya Haryadi membantah Kopdes berada di tengah hutan terisolasi; lokasinya berada di jalur lama penghubung Pekon Marga Jaya dan Sidodadi, dekat permukiman.
Haryadi menyebut jalan rusak akibat aktivitas trabas, sementara lokasi Kopdes dipilih karena merupakan tanah hibah masyarakat yang diharapkan dapat menghidupkan jalur tersebut.
Lampung Barat, IDN Times - Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Pekon Marga Jaya, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menuai sorotan pasca viral di media sosial (Medsos). Pasalnya, vangunan bercat merah putih itu terlihat berdiri di kawasan perkebunan dengan akses jalan berlumpur.
Berdasarkan rekaman beredar, video menampilkan seorang pengendara motor trail mengenakan helm dan pakaian khas, sedang melakukan swafoto atau vlog bersama rekan-rekannya di depan sebuah bangunan. Suasana di lokasi terlihat cerah berawan dengan latar belakang perbukitan hijau dan jalanan tanah merah.
Pada latar belakang rekaman video, terdapat sebuah bangunan bertuliskan "KOPDES MERAH PUTIH KOPERASI MERAH PUTIH PEKON MARGA JAYA". " Terima kasih Pak Prabowo, kami sudah dibikinkan koperasi merah putih di jalur Trabas. Jadi kami tidak kelaparan di jalur, tidak kehausan," kata pria perekam video.
1. Peratin bantah Kopdes dibangun di tengah hutan

Potret udara penampakan bangunan KDMP di jalur Trabas Pekon Marga Jaya, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat. (Instagram/@kodim0422lambar). Menanggapi video beredar, Peratin Pekon Marga Jaya, Haryadi membantah anggapan bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di wilayahnya berada di tengah hutan tanpa akses maupun permukiman warga.
Menurutnya, lokasi Kopdes Merah Putih tersebut berada di jalur penghubung antara Pekon Marga Jaya dan Pekon Sidodadi. Jalan tersebut merupakan jalur lama sejak dahulu menjadi akses utama masyarakat kedua pekon.
"Jadi ini memang jalur lama dan dari permukiman ini tidak jauh. Kalau saja nanti pemerintah kabupaten membangun jalan ini, dengan jalur utama hanya berkisar 50 meter," katanya dalam akun Instagram @kodim0422lambar.
2. Jalan rusak disebut akibat jalur komunitas motor trail?

Rekaman video bangunan kopdes merah putih di jalur Trabas Pekon Marga Jaya, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat. (IDN Times/Istimewa). Haryadi juga menjelaskan, kondisi jalan tanah terlihat dalam video viral tersebut. Ia membantah jalan tersebut memang dalam kondisi rusak sejak awal. Kerusakan jalan disebut justru terjadi karena kawasan tersebut kerap digunakan sebagai jalur trabas atau aktivitas motor trail.
"Dan perlu diketahui juga, jalan ini gak rusak kemarin. Ini rusak gara-gara jalur trabas inilah," katanya.
Ia menambahkan, di sekitar lokasi Kopdes sebenarnya terdapat sejumlah permukiman warga. Karena itu, Haryadi menilai bangunan tersebut tidak berdiri di lokasi benar-benar terisolasi seperti tergambar dalam video viral. "Di sini juga banyak pemukiman," lanjut dia.
3. Sebut tanah hibah masyarakat

Potret udara penampakan bangunan KDMP di jalur Trabas Pekon Marga Jaya, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Lampung Barat. (Instagram/@kodim0422lambar). Haryadi turut menjelaskan alasan Kopdes Merah Putih dibangun di lokasi tersebut. Menurutnya, lokasi itu dipilih karena hanya lahan tersebut tersedia melalui hibah dari masyarakat pekon.
"Masyarakat yang menghibahkan tanahnya ada cuma di sini dan mereka berharap dengan adanya Kopdes ini jalur ini bisa hidup, bisa ramai nantinya ke depan," imbuhnya.




















