Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Santap Siomay, 27 Siswa SD di Tanggamus Diduga Keracunan Menu MBG

Kab. Tanggamus
3 min read
Santap Siomay, 27 Siswa SD di Tanggamus Diduga Keracunan Menu MBG
Siswa SDN 3 Kedaloman, Tanggamus mendapatkan perawatan media usia diduga alami keluhan diduga akibat keracunan MBG. (Dok. Polres Tanggamus)
  • Sebanyak 27 siswa SDN 3 Kedaloman, Tanggamus, mendapat penanganan medis setelah mengalami mual, pusing, dan muntah usai mengonsumsi makanan program MBG.

  • Menu MBG dari SPPG Pekon Pariaman mencakup siomay, telur rebus, kentang, tahu, kol, bumbu kacang, dan semangka; sampel makanan telah diambil untuk pemeriksaan.

  • SPPG Pekon Pariaman dikenai penghentian operasional sementara, sementara polisi dan petugas kesehatan masih menangani kasus serta memantau kemungkinan tambahan korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tanggamus, IDN Times - Puluhan siswa SD Negeri 3 Kedaloman, Kabupaten Tanggamus diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (26/10/2026). Sebanyak 27 siswa mendapat penanganan medis akibat mengalami keluhan mual, pusing, hingga muntah.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan adanya peristiwa dugaan keracunan tersebut. Penanganan terhadap para siswa telah dilakukan oleh petugas kesehatan di sejumlah fasilitas medis terdekat.

"Ya, petugas bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).

  1. 1. Sebanyak 27 siswa mendapat penanganan medis

    Siswa SDN 3 Kedaloman, Tanggamus mendapatkan perawatan media usia diduga alami keluhan diduga akibat keracunan MBG
    Siswa SDN 3 Kedaloman, Tanggamus mendapatkan perawatan media usia diduga alami keluhan diduga akibat keracunan MBG. (Dok. Polres Tanggamus)

    Berdasarkan laporan diterima polisi, Yuni menyebutkan, 27 siswa mendapat penanganan medis. Sebanyak enam anak dirujuk ke Puskesmas Talang Padang, sementara sekitar 21 anak lainnya mendapat penanganan di Puskesmas Kedaloman dan fasilitas kesehatan maupun praktik bidan terdekat.

    Dari jumlah tersebut, tercatat 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Menurutnya, keluhan mulai disampaikan sejumlah orang tua sekitar pukul 18.00 WIB. Anak-anak mereka mengeluhkan mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan MBG.

    "Para orang tua kemudian membawa anak-anak mereka untuk mendapat pertolongan medis, salah satunya di tempat praktik Bidan Khairun Nisa yang merupakan bidan desa di Pekon Campang Kanan," terang Yuni.

  2. 2. Santap menu siomay hingga telur rebus

    ilustrasi siomay
    ilustrasi siomay (unsplash.com/Ridwan Abdurrohman)

    Dari hasil penyelidikan sementara, Yuni mengungkapkan, SPPG Pekon Pariaman, Kecamatan Gunung Alip mendistribusikan makanan MBG ke SDN 3 Kedaloman, Senin (26/10/2026). Jumlah penerima manfaat di sekolah tersebut tercatat sebanyak 191 siswa beserta dewan guru.

    Menu diberikan terdiri dari siomay, telur rebus, kentang rebus, tahu, kol, dan bumbu kacang. Dalam laporan lain, semangka juga tercatat sebagai bagian dari menu MBG didistribusikan pada hari tersebut.

    Sebelum makanan dibagikan kepada siswa, guru bertugas sebagai penanggung jawab atau PIC disebut telah mencicipi makanan sebagai uji coba.

    "Guru mencicipi makanan tidak merasakan keluhan hingga dibagikan kepada para siswa. Tapi dari informasi kami terima, anak-anak yang mengalami keluhan ini, itu mereka yang membawa pulang makanannya ke rumah. Jadi dikonsumsinya selang berapa jam setelah dibagikan," ungkap Yuni.

    Polisi menyebut dugaan keracunan masih dalam proses penanganan dan pemeriksaan. Sementara petugas kesehatan juga telah mengambil sampel makanan dari SPPG Pariaman untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

    "Kami terus memonitor apabila ada penambahan korban yang membutuhkan penanganan medis," lanjut Yuni.

  3. 3. SPPG telah disanksi suspend

    Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
    Ilustrasi MBG. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

    Terkait insiden tersebut, Kasubbag TU KPPG Bandar Lampung, Fitra Alfarisi mengamini pihaknya telah menerima dan menindaklanjuti informasi dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, SPPG Pekon Pariaman kini telah dijatuhkan sanksi pemberhentian operasional sementara.

    "Iya monitor, susah diberikan suspend. Kami juga masih mendalami peristiwa ini," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More