Cara Kreatif Gen Z Lampung Cerdaskan Pemilih Pilkada 2024 di Medsos

Jaga antusias pemuda dalam memilih di Pilkada 2024

Intinya Sih...

  • Gerakan Teman Memilih bertujuan mengedukasi pemuda dalam mempersiapkan diri untuk Pilkada 2024
  • Antusias pemuda saat Pilpres 2024 tinggi, namun minim literasi dalam menentukan pilihan
  • Kekhawatiran akan minimnya literasi dan antusiasme pemuda terhadap Pilkada Serentak 2024

Bandar Lampung, IDN Times -Sekelompok Gen Z
tergabung dalam organisasi mahasiswa PMKRI Bandar Lampung serta Pemuda Katolik Lampung, menginisiasi gerakan Teman Memilih. Gerakan dilakukan secara daring di media sosial Instagram bernama @temanmemilih itu sebagai edukasi politik dan membantu anak muda agar bisa mempersiapkan diri memilih pemimpin di daerah saat Pilkada nanti.

"Antusias pemuda dalam memilih dalam Pilpres kemarin tinggi, tapi banyak yang memilih dengan kondisi minim literasi dan tak memiliki bekal untuk menentukan siapa harus dipilih, atau hanya sekadar ikut saja," kata Co-founder Teman Memilih Vincensius Soma Ferrer, Rabu (12/6/2024).

Baca Juga: Isu Krusial RPJPD Bandar Lampung 2025-2045, jadi Kota Metropolitan?

1. Jaga antusias pemuda memilih di Pilkada 2024

Cara Kreatif Gen Z Lampung Cerdaskan Pemilih Pilkada 2024 di MedsosGen Z di Lampung tergabung dalam organisasi mahasiswa PMKRI Bandar Lampung serta Pemuda Katolik Lampung, menginisiasi gerakan Teman Memilih Pilkada 2024 (IDN Times/Istimewa)

Soma menceritakan awal pembentukan gerakan tersebut adalah saat Pilpres 2024 lalu, sebagai upaya menjaga animo dan antusias pemuda saat Pilpres 2024. Kini dilanjutkan dalam momen Pilkada Serentak 2024.

"Gerakan itu didasari kondisi gelaran Pilkada tinggal menghitung waktu. Namun, masih minim edukasi prihal pesta demokrasi di tingkat lokalan. Padahal, animo dan antusias anak muda dalam memilih pemimpin saat Pilpres pada Februari lalu harus turun juga pada Pilkada, November 2024 nanti," terangnya.

2. Anak muda belum sadar memilih pilkada sama pentingnya dengan pilpres

Cara Kreatif Gen Z Lampung Cerdaskan Pemilih Pilkada 2024 di Medsosilustrasi pemilu (pexels.com/Edmond Dantès)

Menurut Soma, tingginya antusias pemuda dalam memilih saat Pilpres masih belum dibekali dengan literasi dalam menentukan siapa pilihannya. Sehingga, banyak anak muda hanya sekadar antusias dan ikut-ikutan saja.

Kondisi tersebut membuatnya khawatir akan terjadi di Pilkada nanti. Apalagi menurutnya, banyak anak muda tak menyadari memilih kepala daerah sama pentingnya dengan memilih presiden. Sebab, kepala daerah akan ditugaskan untuk menuntaskan isu dan permasalahan di daerah. Seperti infrastruktur, pendidikan dasar, kepastian lapangan kerja dan upah layak, dan sebagainnya.

"Nyatanya, saat ini banyak anak muda yang bisa dibilang masih apatis terhadap Pilkada dengan beragam alasannya," kata dia.

3. Anak muda lebih butuh informasi to the point

Cara Kreatif Gen Z Lampung Cerdaskan Pemilih Pilkada 2024 di Medsosilustrasi media sosial (IDN Times/Aditya Pratama)

Soma juga menyampaikan terkait banyaknya media mainstream yang enggan memberikan edukasi dengan segmen anak muda. Pemberitahuan dalam media mainstream menurutnya lebih banyak menggambarkan tentang sosok dan gembar-gembor janji calon pemimpin, yang bisa jadi informasi seperti itu tak menarik bagi Gen Z atau milenial.

Anak muda saat ini, dianggap lebih butuh literasi sederhana dan to the point akan pentingnya memilih dan bagaimana kriteria menentukan kandidat yang harus dipilih.

"Makanya nanti kami akan memberikan pemahaman untuk memilih pada Pilkada secara soft dan mudah dikonsumsi," ujarnya.

4. Edukasi bersifat rasional dan independen

Cara Kreatif Gen Z Lampung Cerdaskan Pemilih Pilkada 2024 di MedsosGen z dan medsos. Pinterest

Ketua PMKRI Bandar Lampung Robertus Linggar Setiaji menambahkan, edukasi dihadirkan Teman Memilih bersifat rasional dan independen. Menurutnya, platform ini tersebut dibuat dengan harapan mengedukasi pemilih pada Pilkada 2024 nanti, sehingga pemilih tidak memilih berdasarkan trend atau gimik, namun benar-benar rasional melihat rekam jejak calon.

"Antusias anak muda dalam pesta demokrasi sudah selayaknya dijaga. Apalagi dari data KPU lebih dari 50 persen jumlah penduduk, yang berjumlah 204 juta lebih, 25 juta di antaranya adalah pemilih pemula dengan rentan usia 17-25 tahun," imbuhnya.

Baca Juga: Pemprov dan DPRD Lampung Belum Tahu Pj Gubernur Gantikan Arinal

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya