Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Kesemutan saat Bekerja? Waspada Bahaya CTS, Ini Penjelasannya

Bandar Lampung
3 min read
Sering Kesemutan saat Bekerja? Waspada Bahaya CTS, Ini Penjelasannya
ilustrasi kesemutan (freepik.com)
  • Dinkes Bandar Lampung mengingatkan gerakan tangan berulang saat bekerja dapat memicu Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yang menekan saraf median dan mengganggu produktivitas serta aktivitas harian.

  • Gejala CTS meliputi kesemutan, mati rasa, nyeri hingga lengan, dan genggaman melemah; risikonya meningkat akibat posisi pergelangan tidak tepat, usia 30–60 tahun, obesitas, diabetes, arthritis, serta beban kerja berlebih.

  • Pekerja dianjurkan menerapkan ergonomi: menjaga pergelangan netral, siku sekitar 90 derajat, menyesuaikan meja-kursi, serta beristirahat setiap 30–60 menit sambil melakukan peregangan ringan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times – Aktivitas pekerjaan yang mengharuskan seseorang menggunakan tangan secara terus-menerus perlu diimbangi dengan kebiasaan kerja yang tepat.

Jika diabaikan, gerakan berulang tersebut berisiko memicu Carpal Tunnel Syndrome (CTS), gangguan yang dapat menghambat fungsi tangan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala CTS.

Sebab, gangguan akibat tekanan pada saraf median di pergelangan tangan ini bisa berdampak pada kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Gangguan seperti CTS ini sering kali tidak disadari sejak dini oleh para pekerja. Padahal dampaknya bisa sangat mengganggu produktivitas harian," katanya, Selasa (3/11/2026).

  1. 1. Kesemutan hingga genggaman tangan melemah

    ilustrasi kesemutan di tangan (freepik.com/freepik)
    ilustrasi kesemutan di tangan (freepik.com/freepik)

    CTS merupakan kondisi ketika saraf median yang melewati pergelangan tangan mengalami tekanan. Penderitanya dapat merasakan kesemutan, mati rasa, maupun nyeri pada bagian tangan.

    Gejala tersebut umumnya menyerang ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Bahkan, rasa nyeri pada pergelangan tangan dapat menjalar hingga lengan.

    Muhtadi menjelaskan biasanya orang yang terkena CTS terasa pada malam hari atau setelah seseorang melakukan pekerjaan yang melibatkan gerakan tangan secara berulang.

    "Dalam kondisi tertentu, CTS juga dapat menyebabkan kekuatan genggaman menurun," jelasnya.

    Hal ini membuat penderita kesulitan melakukan pekerjaan sederhana, seperti mengancingkan pakaian atau mengambil benda berukuran kecil.

  2. 2. Posisi tangan saat bekerja turut memengaruhi risiko

    ilustrasi tangan mencengkram
    ilustrasi tangan mencengkram (pexels.com/Hayri YANIK)

    Muhtadi menyebutkan, salah satu pemicu CTS adalah kebiasaan melakukan gerakan tangan berulang dalam durasi panjang. Risiko juga meningkat ketika pekerja mempertahankan posisi pergelangan tangan yang tidak tepat, misalnya terlalu menekuk ke atas maupun ke bawah.

    "Selain faktor aktivitas kerja, terdapat sejumlah kondisi individu yang turut meningkatkan risiko gangguan tersebut," ungkapnya.

    Di antaranya kelompok usia 30-60 tahun, obesitas, diabetes, serta arthritis. Beban pekerjaan yang berlebihan juga perlu menjadi perhatian agar tidak memperbesar risiko gangguan pada pergelangan tangan.

  3. 3. Dinkes minta pekerja rutin melakukan peregangan

    ilustrasi pergelangan tangan
    ilustrasi pergelangan tangan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

    Untuk mengurangi risiko CTS, Dinkes Bandar Lampung mengingatkan masyarakat agar mulai memperhatikan ergonomi di tempat kerja.

    Muhtadi menyarankan pekerja menjaga posisi pergelangan tangan tetap lurus atau netral saat beraktivitas. Posisi siku juga sebaiknya membentuk sudut sekitar 90 derajat.

    Pengaturan meja dan kursi kerja perlu disesuaikan agar posisi tubuh tetap nyaman selama bekerja. "Langkah awal yang krusial adalah memastikan posisi kerja yang ergonomis setiap hari," kata Muhtadi.

    Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan waktu istirahat bagi tangan di tengah aktivitas pekerjaan. Pekerja dianjurkan mengambil jeda setiap 30-60 menit, kemudian melakukan peregangan ringan selama satu hingga dua menit.

    Kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi tekanan akibat aktivitas berulang dan menjaga fungsi tangan tetap optimal.

Related Articles

See More