Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Punya Target Besar! Ini Program Prioritas Elfahmi Rektor Baru Itera
Elfahmi (tengah) rektor baru Institut Teknologi Sumatera 2026-2030 saat konferensi pers, Rabu (1/7/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).
  • Elfahmi resmi menjabat sebagai Rektor Itera periode 2026–2030, meneruskan fondasi kepemimpinan sebelumnya dengan fokus pada inovasi, hilirisasi riset, dan pengembangan sumber daya manusia akademik.
  • Program prioritasnya mencakup peningkatan kualitas dosen melalui percepatan studi doktoral bagi ratusan dosen muda untuk memperkuat mutu akademik kampus.
  • Elfahmi menargetkan pembangunan ekosistem riset berdampak nyata bagi masyarakat serta melanjutkan pengembangan infrastruktur agar Itera menjadi kampus berkelas dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times – Estafet kepemimpinan di Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi berganti. I Nyoman Pugeg Aryantha menyerahkan tongkat estafet kepada Elfahmi sebagai Rektor Itera periode 2026–2030.

Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar seremoni. Elfahmi membawa sederet target besar. Mulai dari memperkuat kualitas akademik, mempercepat lahirnya doktor-doktor baru di kalangan dosen muda, hingga membangun ekosistem riset dan inovasi agar ITERA mampu bersaing di tingkat dunia.

Kepada awak media Lampung menghadiri konferensi pers pasca serah terima jabatan di Gedung Kuliah Umum 2 Itera, Rabu (1/7/2026), Elfahmi membeberkan sejumlah fokus program prioritas akan dilakukannya sebagai rektor anyar.

1. Melanjutkan legacy telah dibangun rektor-rektor sebelumnya

Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si M.Si resmi dilantik sebagai Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) periode 2026–2030, Selasa (30/6/2026). (Dok. Kemendikti Saintek).

Elfahmi mengatakan, amanah pertama yang siap dilakukannya adalah melanjutkan fondasi yang telah dibangun para rektor pendahulu. Menurutnya, capaian Itera dalam waktu relatif singkat merupakan hasil kerja bersama seluruh pimpinan sebelumnya.

Ia menyebut, rektor pertama Itera Ofyar Z Tamin periode 2014-2021 membangun fondasi infrastruktur kampus yang saat itu mengawali pembangunan kampus. Apalagi latar belakang akademiknya dari Teknik Sipil.

Kepemimpinan rektor 2021-2022 dilanjutkan Mitra Jamal, guru besar Fisika Instrumentasi dan Komputasi, memperkuat bidang akademik dan tata kelola. Lalu dilanjutkan I Nyoman Pugeg Aryantha 2022-2026 Guru Besar Biologi, mendorong penguatan riset dan pengembangan institusi kampus.

Sedangkan Elfahmi, Guru Besar Farmasi siap fokus pada inovasi, hilirisasi riset, dan pengembangan sumber daya manusia akademik. "Saya ingin meneruskan pencapaian tersebut agar Itera semakin unggul di tingkat nasional hingga menjadi kampus berkelas dunia," paparnya.

2. Fokus meningkatkan kualitas dosen melalui program doktor

ilustrasi wisuda (pexels.com/Pixabay)

Terkait fokus program kerja lainnya akan dilakukan Elfahmi adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen. Ia mengatakan ITERA memiliki banyak dosen muda yang potensinya sangat besar.

Tercatat, ada 200 dosen sudah mengenyam magister. Ke depan, ia ingin sekitar 600 dosen meraih titel doktoral.

"Kita akan carikan tempat untuk sekolah. Harapannya nanti hampir seluruh dosen memiliki pendidikan doktor sehingga kualitas akademik kampus semakin meningkat," ujar guru besar Farmasi Institut Teknologi Bandung ini.

3. Bangun ekosistem riset dan inovasi yang berdampak

ilustrasi riset pasar (freepik.com/DC Studio)

Latar belakang sebagai guru besar dan peneliti di Sekolah Farmasi ITB menjadi modal utama Elfahmi dalam memimpin ITERA. Ia ingin membangun ekosistem riset yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Apalagi, Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, perkebunan hingga perikanan yang dapat dikembangkan melalui riset unggulan," jelas mantan Direktur Riset dan Inovasi ITB itu

Selain riset, Elfahmi juga menaruh perhatian besar terhadap kualitas pendidikan. Ia pernah memeroleh informasi, ada mahasiswa Itera pernah menempuh studi sekitar 2,8 bulan.

Bahkan berdasarkan data ia peroleh, sekitar 78 persen alumni bekerja sesuai bidang keilmuannya. Capaian tersebut harus dipertahankan melalui penguatan implementasi kurikulum dan peningkatan kualitas proses pembelajaran.

"Target akhirnya adalah melahirkan mahasiswa yang kreatif, berprestasi, memiliki riset unggulan, serta siap bersaing di dunia kerja," papar pria asal Sumatra Barat ini.

4. Infrastruktur kampus tetap menjadi prioritas

Institut Teknologi Sumatra (Itera) (IDN Times/Istimewa)

Meski fokus pada akademik dan riset, pembangunan infrastruktur kampus tetap akan dilanjutkan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan.

Elfahmi menilai, pengembangan fasilitas harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar ITERA terus berkembang sebagai perguruan tinggi unggul.

Pada awal masa kepemimpinannya, Elfahmi juga ingin menyapa langsung seluruh sivitas akademika. Ia ingin membangun budaya kampus merupakan rumah bersama sehingga seluruh warga kampus dapat berkolaborasi menciptakan lingkungan akademik yang sehat, inovatif, dan produktif.

5. Ini harapan eks rektor Nyoman Pugeg

Konferensi pers pengumuman hasil Pemilihan Rektor Itera 2026-2030. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Rektor Itera periode 2022-2026, Nyoman Pugeg Aryantha mengajak seluruh sivitas akademika memberikan dukungan penuh kepada penerusnya demi mewujudkan Itera sebagai modal pembangunan Sumatra dan Indonesia. Ia mengaku tidak pernah menyangka Elfahmi akan terpilih menjadi penerusnya.

Ia menegaskan, hasil pemilihan rektor digelar Mei 2026 lalu harus menjadi momentum memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar ITERA. "Mari kita dukung bersama. Ini adalah modal kita membangun Sumatera dan Indonesia," katanya.

Nyoman juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa kepemimpinannya masih terdapat program maupun janji yang belum sepenuhnya terwujud. Ia berharap, kepemimpinan baru mampu meneruskan berbagai capaian yang telah dibangun serta memberikan kontribusi lebih besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul bagi Indonesia.

Editorial Team

Related Article