Bandar Lampung Bangun 11 Gedung Koperasi Merah Putih, Dana dari Pusat

- Pemerintah Kota Bandar Lampung membangun 11 gedung Koperasi Merah Putih di berbagai kelurahan untuk memperkuat program koperasi dan mendorong ekonomi masyarakat.
- Seluruh pembangunan dibiayai pemerintah pusat melalui program Agrinas dan dilaksanakan oleh TNI, dengan harapan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga.
- Dari total 120 koperasi yang terbentuk, 65 sudah beroperasi menjalankan berbagai usaha, meski pembangunan gedung baru terkendala keterbatasan lahan kota.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai membangun 11 gedung Koperasi Merah Putih di sejumlah kelurahan. Pembangunan itu dilakukan untuk memperkuat program koperasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, mengatakan pembangunan gedung tersebar di beberapa wilayah seperti Langkapura, Pidada, Way Halim, hingga Rajabasa.
“Sekitar 11 gedung saat ini sedang dalam proses pembangunan. Itu tetap gedung Koperasi Merah Putih,” katanya, Senin (29/6/2026).
1. Dibiayai pemerintah pusat

Riana menjelaskan, seluruh anggaran pembangunan berasal dari pemerintah pusat melalui program Agrinas. Sementara pelaksanaan pembangunan di lapangan dipercayakan kepada TNI.
“Yang membangun dari pusat. Pelaksanaannya diserahkan kepada TNI, tetapi dananya dari pusat melalui Agrinas,” ujarnya.
Keberadaan gedung koperasi itu nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi warga sekaligus memperkuat layanan koperasi di tingkat kelurahan.
2. Sebanyak 65 koperasi sudah beroperasi

Riana menjelaskan, saat ini seluruh 120 Koperasi Merah Putih di Kota Bandar Lampung telah terbentuk. Dari jumlah tersebut, sekitar 65 koperasi sudah menjalankan berbagai unit usaha.
"Usaha yang dijalankan mulai dari penjualan beras, LPG, produk UMKM, hingga air minum. Kita targetkan jumlah gedung koperasi terus bertambah secara bertahap," jelasnya.
3. Kendala

Riana menyampaikan, pemerintah daerah masih menghadapi kendala keterbatasan aset lahan yang bisa digunakan untuk pembangunan gedung baru.
“Kalau di kota, kendalanya memang aset tanah. Jadi pembangunan dilakukan secara bertahap sambil kami menyiapkan lahan,” tutur Riana.


















