Sensus Ekonomi di Lampung Tembus 21,16 Persen, Peringkat 4 Nasional

- BPS Lampung mencatat pendataan Sensus Ekonomi 2026 mencapai 21,16 persen hingga akhir Juni, melampaui target nasional dan menempatkan provinsi ini di peringkat keempat secara nasional.
- Kendala utama petugas di lapangan masih bersifat teknis terkait aplikasi pendataan, sementara tingkat penolakan masyarakat terhadap sensus tergolong rendah dan tidak signifikan.
- BPS bersama Pemprov Lampung menyiapkan strategi percepatan melalui pendataan prioritas, opsi pengisian mandiri, serta kolaborasi dengan birokrasi daerah untuk mengajak warga aktif berpartisipasi.
Bandar Lampung, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat capaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 di wilayah setempat telah mencapai 21,16 persen hingga akhir Juni 2026. Angka ini melampaui target nasional sementara sebesar 10 persen.
Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution mengatakan, capaian tersebut berada di bawah Bali, Jawa Barat, dan Sumatra Selatan. Menurutnya, hasil itu menunjukkan proses pendataan di Lampung berjalan lebih cepat dibandingkan rata-rata nasional.
"Capaian angka ini sudah 10 persen dan menempatkan Provinsi Lampung di posisi keempat nasional," ujarnya, Rabu (1/7/2026).
1. Kendala masih didominasi masalah teknis

Ahmadriswan menjelaskan, tantangan utama dihadapi petugas di lapangan masih bersifat teknis. Terutama terkait penggunaan aplikasi pendataan yang diterapkan secara serentak di seluruh Indonesia.
Di luar kendala tersebut, tingkat penolakan masyarakat untuk mengikuti sensus dinilai relatif kecil. Sebab, penolakan lebih banyak ditemukan pada kelompok masyarakat menengah ke atas maupun sebagian pelaku usaha.
"Secara umum penolakan tidak signifikan. Kendala yang paling banyak kami hadapi masih persoalan teknis aplikasi," katanya.
2. BPS siapkan strategi percepatan pendataan

Upaya meningkatkan cakupan pendataan, BPS Provinsi Lampung disebut telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya memprioritaskan pendataan masyarakat menengah ke bawah terlebih dahulu.
Sementara itu, bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang sulit ditemui, BPS akan memberikan opsi pengisian data secara mandiri atau tetap didampingi petugas.
"BPS juga akan memperkuat pendataan di pusat-pusat perbelanjaan pada pertengahan Juli, serta mengoptimalkan peran Dasawisma untuk mempercepat pendataan keluarga," ucap dia.
3. Pemprov Lampung ajak warga ikut sensus ekonomi

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengusulkan percepatan pendataan dilakukan melalui koordinasi dengan jajaran birokrasi pemerintah daerah. Menurutnya, pengumpulan aparatur pada waktu tertentu dapat membuat proses pendataan lebih efektif dan efisien.
Masukan tersebut disambut positif BPS. Ahmadriswan mengatakan pihaknya akan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Termasuk melalui surat yang akan ditandatangani Sekretaris Daerah kepada sekitar 900 pelaku usaha skala besar yang hingga kini belum mengikuti pendataan.
Selain itu, Jihan juga mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima kedatangan petugas BPS dan memberikan data yang benar sesuai kondisi sebenarnya.
"Jangan ragu menerima petugas BPS dan berikan jawaban yang benar sesuai kondisi sebenarnya. Ingat TIR, yaitu Terima kedatangan petugas, Isi data dengan benar, dan Rahasia data Bapak Ibu dijamin aman," imbuh Wagub.


















