Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Motif Penikaman Istri Siri di Pringsewu, Sakit Hati Ditolak Rujuk

Motif Penikaman Istri Siri di Pringsewu, Sakit Hati Ditolak Rujuk
Penampakan TKP penusukan menewaskan Anes Wulandari (20) di Kabupaten Pringsewu. (Dok. Polres Pringsewu).
Intinya Sih
  • Polisi mengungkap pelaku HP menusuk istri sirinya, Anes Wulandari, karena sakit hati setelah ajakan rujuknya ditolak di Pekon Pemenang, Pringsewu.
  • Sebelum kejadian, pelaku sudah membawa pisau dari rumah dan sempat mencoba bunuh diri usai menyerang korban namun berhasil ditemukan warga dalam kondisi terluka.
  • Penyelidikan menunjukkan korban menolak rujuk karena sering mengalami kekerasan selama lima tahun pernikahan siri, dan polisi kini mendalami dugaan unsur perencanaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pringsewu, IDN Times - Polisi mengungkap motif di balik kasus penusukan menewaskan Anes Wulandari (20), seorang istri siri meregang nyawa akibat perbuatan nekat suami di Pekon Pemenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.

Kapolres Pringsewu, AKBP M Yunnus Saputra mengatakan, hasil penyelidikan sementara pelaku HP (43) telah beberapa kali berupaya menemui korban untuk mengajak korban kembali merajut rumah tangga. Namun, upaya tersebut selalu mendapat penolakan.

"Motif sementara kami peroleh, pelaku merasa sakit hati karena ajakan untuk rujuk ditolak oleh korban. Pelaku memang sudah beberapa kali berusaha menemui korban, tapi selalu ditolak," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

1. Pelaku diduga sudah membawa pisau dari rumah

IMG-20260628-WA0000.jpg
TKP Penusukan istri Siri di Pringsewu Lampung. (Istimewa)

Pelaku telah membawa sebilah pisau dari rumah sebelum mendatangi kediaman korban, Jumat (26/6/2026) malam. Setibanya di lokasi, pelaku mengajak korban keluar rumah dengan dalih ingin membicarakan persoalan hubungan mereka.

Kemudian keduanya berjalan sekitar 20 meter dari rumah korban hingga terjadi pertengkaran. Dalam kondisi emosi, pelaku mencabut pisau telah dibawanya dan menusukkan senjata tajam tersebut ke bagian perut korban.

"Jadi pisau itu memang sudah dibawa pelaku dari rumah. Saat terjadi cekcok, pelaku mencabut pisau tersebut dan menusuk bagian perut korban," ungkap Yunnus.

2. Pelaku sempat coba bunuh diri

IMG-20260630-WA0001.jpg
Pelaku HP menjalani perawatan media di rumah sakit. (Dok. Polres Pringsewu)

Pascamenusuk korban, pelaku HP diduga berupaya mengakhiri hidupnya dengan menusukkan pisau yang sama ke bagian perutnya sendiri. Berdasarkan pengakuan awal kepada penyidik, pelaku berniat meninggal bersama korban.

Namun, korban sempat berteriak meminta pertolongan hingga mengundang perhatian warga sekitar. Mengetahui warga berdatangan, pelaku melarikan diri ke arah kebun.

"Pelaku ini ditemukan dalam kondisi terluka di area semak-semak bekas kolam ikan, dengan luka tusuk di bagian perut. Selanjutnya dievakuasi ke RSUD Pringsewu untuk mendapatkan penanganan medis," ucap Yunnus.

3. Korban sering alami kekerasan

Ilustrasi KDRT
Ilustrasi KDRT (Pinterest/kdrt)

Dari hasil pemeriksaan saksi dan keluarga korban, polisi mengungkap alasan korban menolak kembali hidup bersama pelaku. Selama menjalani pernikahan siri sekitar lima tahun, korban diduga kerap mengalami perlakuan kasar.

Selain itu, korban memilih pulang ke rumah orang tuanya di Pekon Pemenang untuk merawat ayahnya sedang sakit, sekaligus mengakhiri hubungan dengan pelaku.

"Korban memilih berpisah karena sudah tidak tahan dengan tabiat pelaku yang kerap berlaku kasar dan ringan tangan selama lima tahun membina rumah tangga siri. Keterangan ini juga diperkuat oleh sejumlah saksi dan pihak keluarga yang telah kami mintai keterangan," ucap dia.

Saat ini, penyidik Polsek Pagelaran masih melengkapi proses penyidikan dengan mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk dugaan adanya unsur perencanaan dalam kasus tersebut. "Kami juga telah mengamankan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menjalani pemeriksaan forensik, sementara pemeriksaan lanjutan terhadap pelaku akan dilakukan setelah kondisinya membaik," imbuh Kapolres.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More