Peresmian Pasar UMKM di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. (DOK. Pemprov Lampung).
Dukungan terhadap UMKM juga dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung. Teranyar, Pasar UMKM Lampung di PKOR Way Halim, Kota Bandar Lampung diresmikan. Pembangunan pasar ini didukung 14 instansi BUMN dan stakeholder terkait lainnya.
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, kehadiran Pasar UMKM ini bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para pelaku ekonomi berskala kecil dan menengah dalam menopang perekonomian di Lampung hingga nasional. "UMKM sangat berperan dalam penyerapan tenaga kerja maupun bagi pertumbuhan ekonomi," ujarnya, Rabu (5/6/2024).
Dalam perkembangan beberapa tahun terakhir, Arinal mengatakan, kualitas produk-produk UMKM Lampung telah mengalami perkembangan cukup pesat dan menggembirakan. Saat ini, produk wastra Lampung semakin dikenal dan digemari nasional dan global.
Klaim itu ditandai semakin seringnya produk Tapis dan produk wastra Lampung, dijadikan inspirasi bagi fashion dibeberapa event nasional maupun internasional. Termasuk produk-produk kuliner tumbuh cukup signifikan.
"Terakhir pada saat acara puncak Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional ke-44 Solo beberapa waktu lalu, Ibu Negara dan Ibu-Ibu Menteri Kabinet Indonesia Maju menggunakan kebaya didesain oleh desainer nasional dengan menggunakan teknis Tapis hasil karya produk UMKM binaan Dekranasda Provinsi Lampung," ujarnya.
Meski persaingan pasar global cukup tinggi, Arinal melanjutkan, beberapa produk UMKM Lampung telah berhasil melakukan penetrasi ke pasar internasional dengan melakukan ekspor ke berbagai negara.
Alhasil, keberadaan UMKM telah berperan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. Maka dari itu, guna menumbuhkan pusat hilirisasi dari produk UMKM sekaligus memperluas akses pemasaran dan penjualannya dilakukan inisiasi pembangunan Pasar UMKM.
"Diharapkan Pasar UMKM ini menjadi etalase bagi produk-produk UMKM unggulan dari 15 kabupaten/kota se-Lampung, sebagai tempat promosi dan penjualan sekaligus sebagai pusat pengembangan inovasi bagi pelaku UMKM," harapnya.
Dalam rangka mendukung pengembangan UMKM di Provinsi Lampung, Arinal juga meresmikan Market Place Lokal "Tapis Mall". Itu diharapkan dapat menjadi media penjualan secara online bagi produk-produk UMKM Lampung, sekaligus bermanfaat bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan pembinaan program UMKM Go Digital di Provinsi Lampung. "Kepada para pelaku UMKM, saya minta untuk memanfaatkan Market Place Tapis Mall ini, dalam rangka memperluas jaringan pemasarannya," katanya.
Asisten Deputi Bidang Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Rainoc mengapresiasi 14 BUMN sudah berkontribusi untuk membangun Pasar UMKM di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Diharapkan, masyarakat khususnya UMKM dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang sudah disediakan oleh BUMN dan Pemerintah Daerah Provinsi Lampung. "Pasar UMKM Lampung dibangun dalam rangka menyediakan tempat pada pelaku usaha UMKM Provinsi Lampung," tandasnya.
Pendapat serupa disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan. Bank sentral juga mengampanyekan Bangga Buatan Lampung. Kampanye itu dimaknai Bank Indonesia untuk terus melakukan berbagai kegiatan pengembangan UMKM. Komitmen dan konsistensi ini ditunjukan dengan berbagai capaian kemajuan UMKM binaan.
“Pada kegiatan Lampung Begawi 2024, kita semua dapat saksikan bagaimana UMKM Lampung semakin maju dan berkembang. Beberapa mengawali usahanya dari produksi berskala rumahan, hingga saat ini telah mampu membuat rumah produksi, memberdayakan lingkungan sekitar dan menjual produknya ke pasar nasional hingga internasional, contohnya Deandra Batik, Rafins Snack, dan Bana Bee,” terangnya.
Lebih lanjut Junanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, BMPD Provinsi Lampung, asosiasi dan akademisi atas sinergi kuat yang dilaksanakan selama ini. Menurutnya, semarak gerakan Bangga Buatan Lampung akan mendukung performa perekonomian lebih tinggi dan inklusif.
Sebab, sinergi antar pemangku kepentingan dan maraknya penggunaan produk UMKM lokal akan memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM yang mendominasi demografi masyarakat.
”Dengan pelaksanaan kegiatan Lampung Begawi ini, kami berharap sinergi dan kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat untuk kemajuan UMKM dan perekonomian Lampung,” ujarnya.