Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pertamina Patra Niaga Tekankan Keandalan Distribusi Energi

Bandar Lampung
2 min read
Pertamina Patra Niaga Tekankan Keandalan Distribusi Energi
Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional bertajuk “Akselerasi Kapasitas Publik dalam Pemahaman Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Isu Strategis serta Cadangan Energi Nasional” diselenggarakan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Universitas Lampung di Aula A21 Dekanat Fakultas Teknik Unila, Jumat (6/11/2026). (Dok. PPN Sumbagsel).
  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menegaskan ketahanan energi bergantung pada infrastruktur, rantai pasok, dan distribusi yang andal hingga masyarakat serta sektor produktif.
  • Dewan Energi Nasional menyatakan Kebijakan Energi Nasional menjadi pedoman pengelolaan energi, yang implementasinya memerlukan keterlibatan badan usaha, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan.
  • Universitas Lampung menyoroti kolaborasi kampus, pemerintah, dan industri untuk mendorong riset, inovasi, serta pengembangan SDM dalam menjawab tantangan energi nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber energi, tetapi juga kesiapan infrastruktur, keandalan rantai pasok, dan kelancaran distribusi hingga ke masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Alexander Susilo hadir sebagai narasumber Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional bertajuk “Akselerasi Kapasitas Publik dalam Pemahaman Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Isu Strategis serta Cadangan Energi Nasional” diselenggarakan oleh Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Universitas Lampung di Aula A21 Dekanat Fakultas Teknik Universitas Lampung, Jumat (6/11/2026).

Menurut Alexander, sebagai bagian dari rantai pasok energi nasional, Pertamina Patra Niaga menjalankan peran penting dalam memastikan penyaluran energi berlangsung andal dan berkelanjutan. Untuk itu, perusahaan ini berkomitmen menjaga keandalan pasokan dan distribusi energi melalui pengelolaan rantai pasok serta kesiapan infrastruktur yang optimal.

"Upaya ini menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi. Dukungan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan juga diperlukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Alexander.

Anggota Dewan Energi Nasional, Surono, menyampaikan, Kebijakan Energi Nasional menjadi pedoman penting dalam mengarahkan pengelolaan energi sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia. Implementasi kebijakan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk badan usaha yang berperan dalam penyediaan dan distribusi energi.

Untuk imbuhnya, kebijakan Energi Nasional membutuhkan dukungan dan pemahaman bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Peran badan usaha, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi penting untuk memastikan arah kebijakan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Rektor Universitas Lampung, Lusmeilia Afriani, menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam mendukung pengembangan sektor energi. Sinergi tersebut dinilai dapat mendorong pengembangan pengetahuan, inovasi, serta sumber daya manusia yang berkontribusi terhadap masa depan energi.

“Perguruan tinggi memiliki peran dalam menghasilkan riset dan inovasi yang dapat mendukung pengembangan sektor energi. Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan dunia industri, hasil pengembangan ilmu pengetahuan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan energi serta mendukung ketahanan energi nasional,” tutur Lusmeilia.

Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DEN Muhammad Kholid Syeirazi, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Lampung Budhi Darmawan, Ketua Program Studi Teknik Geologi Universitas Lampung Ahmad Zaenudin, serta jajaran dari masing-masing instansi.

    Related Articles

    See More