Terjerat Dua Kasus, Anggota DPRD Yunika Kantongi Kekayaan Rp23 Miliar

Anggota DPRD Bandar Lampung dari Fraksi Gerindra, Yunika Indahayati, melaporkan harta Rp24,2 miliar dan utang Rp759 juta dalam LHKPN 2025, sehingga kekayaan bersihnya Rp23,44 miliar.
Aset Yunika didominasi lima tanah dan bangunan di Bandar Lampung senilai Rp21,6 miliar, serta kendaraan Rp2,07 miliar berupa Toyota Alphard dan tiga Mitsubishi Truk Tronton.
Yunika menghadapi laporan dugaan penggelapan mobil rental dan penipuan-penggelapan uang Rp150 juta; ia telah diperiksa terkait perkara pertama serta membantah tuduhan tersebut.
Bandar Lampung, IDN Times - Anggota DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus terlapor kasus penipuan dan penggelapan mobil rental, Yunika Indahayati tercatat memiliki total harta kekayaan bersih Rp23,44 miliar.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025, Yunika menyampaikan kepemilikan harta kekayaan tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 21 April 2026. Dalam dokumen e-LHKPN, status verifikasi administratif laporan tersebut dinyatakan lengkap.
Dalam laporan tersebut, Yunika mencantumkan total kepemilikan harga kekayaan 24.200.000.000, serta utang Rp759 juta. Alhasil, kekayaan bersih dikantongi anggota DPRD Bandar Lampung fraksi Gerindra tersebut senilai Rp23,44 miliar.
1. Tanah dan bangunan Rp21,6 miliar

ilustrasi aset tanah dan bangunan (Freepik.com/Jcomp) Merujuk e-LHKPN tersebut, Yunika tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan dengan total nilai Rp21,6 miliar. Aset tersebut terdiri dari lima bidang tanah dan bangunan seluruhnya berada di wilayah Kota Bandar Lampung.
Rinciannya, tanah seluas 2.450 meter persegi senilai Rp5 miliar, tanah 1.362 meter persegi (Rp2,7 miliar), tanah 2.370 meter persegi (Rp4,7 miliar), tanah dan bangunan seluas 2.370 meter persegi dengan luas bangunan 1.200 meter persegi (Rp4,7 miliar), serta tanah seluas 2.350 meter persegi (Rp4,5 miliar).
Dalam keterangannya, seluruh aset berupa tanah dan bangunan tersebut disebut dan dicantumkan sebagai hasil sendiri.
2. Punya Alphard hingga tiga truk

Anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Yunika Indahayati didampi tim penasihat hukum pascamenjalani pemeriksaan penyidik Ditreskrimum Polda Lampung. (IDN Times/Istimewa). Selain properti, Yunika turut melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp2,07 miliar. Aset kendaraan tersebut terdiri dari satu unit Toyota Alphard minibus tahun 2018 (Rp780 juta).
Kemudian terdapat tiga unit Mitsubishi Truk Tronton tahun 2012. Masing-masing kendaraan dilaporkan (Rp430 juta). Dengan demikian, total nilai empat kendaraan yang dilaporkan Yunika mencapai Rp2,07 miliar.
3. Kantongi kas setara Rp530 juta

ilustrasi harta kekayaan (IDN Times/Sukma Shakti) Yunika juga tercatat memiliki kas dan setara kas sebesar Rp530 juta. Sementara kategori harta bergerak lainnya serta surat berharga, ia tidak mencantumkan nilai aset alias nihil.
Alhasil, jika ditotal keseluruhan harta yang dilaporkan oleh Yunika mencapai Rp24,2 miliar. Namun, ia juga mencantumkan kepemilikan utang sejumlah Rp759 juta. Maka setelah dikurangi utang tersebut, total harta kekayaan bersih dimuat Yunika dalam LHKPN mencapai Rp23,441 miliar.
4. Tersandung dua persoalan hukum

Anggota DPRD Bandar Lampung Yuhadi melaporkan sesama Anggota DPRD Yunika Indahayati ke Mapolda Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Yunika diketahui telah dilaporkan pemilik rental inisial D ke Polda Lampung terkait dugaan penggelapan sejumlah mobil rental dengan total kerugian Rp1 miliar lebih. Dalam perkara itu, Yunika telah memenuhi panggilan penyidik dan membantah tuduhan tersebut.
Tak hanya itu, rekan sekantor juga merupakan Anggota DPRD Bandar Lampung Yuhadi turut melayangkan laporan polisi terhadap Yunika ke Polda Lampung, Senin (2/11/2026).
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan dan penggelapan, setelah Yuhadi mengaku meminjamkan uang Rp150 juta kepada Yunika. Namun saat meminjam uang tersebut, terlapor menitipkan satu unit Toyota Innova disebut sebagai milik orang tuanya, tapi belakangan diketahui kendaraan tersebut merupakan mobil rental milik pihak lain.






















