Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29 Persen, Pertanian Dibayangi El Nino

Ekonomi Lampung tumbuh kumulatif 5,29 persen hingga triwulan III 2026, menempati posisi kedua tertinggi di Sumatera setelah Kepulauan Riau.
Industri pengolahan dan perdagangan menopang pertumbuhan, sementara akomodasi serta makan minum tumbuh tertinggi 9,22 persen; penjualan listrik dan pengadaan semen turut meningkat.
Pertanian menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 21,36 persen, tetapi El Nino sangat kuat berpotensi mengganggu pola tanam dan produktivitas.
Bandar Lampung, IDN Times - Perekonomian Lampung menunjukkan pertumbuhan positif hingga triwulan III 2026. Namun, di tengah capaian tersebut, sektor pertanian masih menghadapi tantangan kondisi cuaca yang berpotensi memengaruhi pola tanam dan produktivitas.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen secara kumulatif. Capaian ini menempatkan Lampung di posisi kedua sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera setelah Kepulauan Riau. Lalu, sektor apa saja yang menggerakkan perekonomian Lampung? Berikut rinciannya.
1. Pertumbuhan ekonomi Lampung masuk dua besar di Sumatra

ilustrasi kenaikan ekonomi (pexels.com/Monstera Production) Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menyampaikan ekonomi Lampung pada triwulan III 2026 tumbuh 5,02 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Sementara dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi Lampung tumbuh 0,43 persen (quarter-to-quarter/q-to-q).
Ahmadriswan menjelaskan, dari sisi nilai ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp150,55 triliun. Adapun berdasarkan harga konstan, nilainya sebesar Rp80,42 triliun.
"Lampung juga memberikan kontribusi sebesar 10,05 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera. Angka tersebut merupakan kontribusi terbesar keempat setelah Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan," jelasnya, Jumat (6/11/2026).
2. Industri pengolahan dan perdagangan ikut menggerakkan ekonomi

Ilustrasi perdagangan internasional (freepik.com) Disampaikan Ahmadriswan, dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan dan perdagangan menjadi sektor yang turut menopang pertumbuhan ekonomi Lampung. Secara kumulatif, industri pengolahan tumbuh 5,30 persen dengan kontribusi sebesar 18,33 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, perdagangan tumbuh 6,89 persen dengan kontribusi 19,18 persen. Adapun sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 9,22 persen.
Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi juga terlihat dari sejumlah indikator pada triwulan III 2026. Penjualan listrik meningkat 10,40 persen, sedangkan realisasi pengadaan semen naik 6,63 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan energi serta aktivitas pembangunan dan konstruksi.
3. Pertanian masih menghadapi tantangan cuaca

ilustrasi kekeringan akibat fenomena el nino (Foto: Freepik) Pihaknya mengatakan, di tengah pertumbuhan sejumlah sektor, pertanian masih menghadapi tantangan kondisi cuaca. Fenomena El Nino yang sangat kuat berpotensi memengaruhi pola tanam hingga produktivitas pertanian di Lampung.
Padahal, lanjutnya, sektor ini memiliki peran besar dalam perekonomian daerah.Secara kumulatif, pertanian tumbuh 4,5 persen dan memberikan kontribusi sebesar 21,36 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Lampung. Angka tersebut menjadikannya sumber pertumbuhan terbesar berdasarkan lapangan usaha.
Dari sisi pengeluaran, Ahmadriswan menyebut konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 5,08 persen secara kumulatif. Konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan 10,63 persen, disusul investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,53 persen dan ekspor sebesar 2,55 persen.




















