Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pasangan Suka Meremehkan Impianmu? Jangan Abaikan 5 Sikap Ini

Bandar Lampung
4 min read
Pasangan Suka Meremehkan Impianmu? Jangan Abaikan 5 Sikap Ini
ilustrasi pasangan merendahkan (pexels.com/Timur Weber)
  • Pasangan yang terus menganggap impian tidak realistis, membandingkan dengan orang lain, atau menyepelekan usaha dapat mengikis kepercayaan diri dan menciptakan hubungan tidak seimbang.
  • Candaan tentang cita-cita, terutama di depan orang lain, serta sikap membuat pasangan merasa bersalah karena ingin berkembang menjadi tanda perilaku meremehkan yang perlu diperhatikan.
  • Sampaikan dampak sikap tersebut secara terbuka, lihat kesediaan pasangan berubah, bangun dukungan dari lingkungan lain, dan evaluasi hubungan bila perilaku terus berulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memiliki pasangan seharusnya menjadi salah satu alasan seseorang semakin bersemangat mengejar impian. Dukungan sederhana, seperti mendengarkan rencana masa depan atau memberikan semangat ketika sedang berusaha, bisa membuat seseorang merasa dihargai.

Namun, bagaimana jika orang yang seharusnya menjadi pendukung justru sering meremehkan impianmu? Setiap kali bercerita tentang cita-cita, responsnya selalu berupa sindiran, keraguan, atau komentar yang membuatmu merasa tidak mampu.

Awalnya mungkin dianggap sebagai candaan atau bentuk kejujuran. Namun, jika terus berulang, sikap tersebut bisa perlahan mengikis rasa percaya diri dan membuatmu ragu terhadap kemampuan sendiri.

Dalam hubungan yang sehat, pasangan memang tidak harus selalu menyetujui semua keputusan. Akan tetapi, perbedaan pendapat seharusnya disampaikan dengan cara yang tetap menghargai.

Seperti apa sikap pasangan yang suka meremehkan impianmu dan tidak boleh diabaikan?

  1. 1. Selalu menganggap impianmu tidak realistis

    Ilustrasi merendahkan orang lain (freepik.com/thanyakij-12)
    Ilustrasi merendahkan orang lain (freepik.com/thanyakij-12)

    Setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda. Ada yang ingin membangun bisnis sendiri, melanjutkan pendidikan, berkarier di luar negeri, atau mengembangkan pekerjaan yang selama ini menjadi passion-nya.

    Namun, pasangan yang suka meremehkan mungkin selalu menganggap rencanamu terlalu tinggi dan sulit diwujudkan. Alih-alih bertanya tentang persiapan atau langkah yang akan dilakukan, mereka justru langsung mengatakan bahwa impian tersebut hanya membuang waktu.

    Memberikan pertimbangan realistis sebenarnya bukan masalah. Pasangan boleh mengingatkan tentang risiko, biaya, dan tantangan yang mungkin muncul. Namun, ada perbedaan antara memberikan masukan dan mematahkan semangat seseorang.

    Jika setiap impianmu selalu dianggap mustahil tanpa kesempatan untuk menjelaskan, kamu perlu memperhatikan pola komunikasi tersebut.

  2. 2. Sering membandingkanmu dengan orang lain

    ilustrasi merendahkan orang lain (pexels.com/RDNE Stock project)
    ilustrasi merendahkan orang lain (pexels.com/RDNE Stock project)

    Sikap meremehkan juga bisa muncul melalui kebiasaan membandingkan pencapaianmu dengan orang lain. Misalnya, ketika kamu bercerita ingin memulai usaha, pasangan justru mengatakan teman atau orang lain sudah lebih sukses melakukan hal serupa.

    Komentar seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa membuatmu merasa tertinggal dan tidak cukup baik. Padahal, setiap orang memiliki proses, kesempatan, dan kondisi kehidupan yang berbeda.

    Membandingkan perjalanan seseorang dengan pencapaian orang lain bukan cara yang sehat untuk memberikan motivasi. Pasangan yang suportif seharusnya bisa memberikan dorongan tanpa harus menjadikan keberhasilan orang lain sebagai alat untuk merendahkanmu.

  3. 3. Menganggap usahamu tidak sepenting pekerjaannya

    ilustrasi merendahkan orang lain (pexels.com/Alex Green)
    ilustrasi merendahkan orang lain (pexels.com/Alex Green)

    Pernah merasa pasangan selalu meminta waktumu untuk mendukung aktivitasnya, tetapi justru tidak memberikan perhatian yang sama ketika kamu sedang mengejar impian?

    Misalnya, mereka berharap kamu memahami kesibukan pekerjaannya, tetapi menganggap kegiatanmu mengikuti pelatihan, membangun bisnis, atau menyelesaikan proyek pribadi sebagai sesuatu yang tidak penting.

    Jika terjadi sesekali karena kondisi tertentu, hal tersebut mungkin masih bisa dibicarakan. Namun, jika menjadi kebiasaan, hubungan bisa terasa tidak seimbang.

    Setiap pasangan memiliki tanggung jawab dan prioritas masing-masing. Dukungan tidak harus selalu berbentuk bantuan besar, tetapi bisa dimulai dengan menghargai waktu dan usaha satu sama lain.

  4. 4. Menjadikan impianmu sebagai bahan candaan

    ilustrasi merendahkan orang lain (freepik.com/yanalya)
    ilustrasi merendahkan orang lain (freepik.com/yanalya)

    Bercanda memang menjadi salah satu cara pasangan membangun kedekatan. Namun, candaan yang terus menyerang impian atau kemampuan seseorang bisa berubah menjadi perilaku yang menyakitkan.

    Contohnya, ketika kamu bercerita ingin melanjutkan pendidikan, pasangan justru menertawakan dan mengatakan kamu tidak akan sanggup menyelesaikannya.

    Lebih buruk lagi jika komentar tersebut disampaikan di depan teman atau keluarga sehingga membuatmu merasa malu. Kamu boleh saja menerima candaan, tetapi bukan berarti harus membiarkan sesuatu yang menyakiti perasaan terus dianggap lucu.

    Cobalah menyampaikan komentar tersebut membuatmu tidak nyaman. Perhatikan bagaimana pasangan merespons dan apakah mereka bersedia menghargai batasan yang kamu sampaikan.

  5. 5. Membuatmu merasa bersalah karena ingin berkembang

    Ilustrasi circle pertemanan yang merendahkan orang lain (pexels.com/Keira Burton)
    Ilustrasi circle pertemanan yang merendahkan orang lain (pexels.com/Keira Burton)

    Salah satu sikap yang paling perlu diperhatikan adalah ketika pasangan membuatmu merasa bersalah setiap kali ingin berkembang. Misalnya, mereka menganggapmu terlalu ambisius karena ingin mengambil pendidikan tambahan, bekerja lebih keras, atau mengejar kesempatan karier yang lebih baik.

    Bahkan, pasangan mungkin mengatakan kamu sudah berubah sejak memiliki tujuan baru dan tidak lagi memprioritaskan hubungan. Memang, mengejar impian terkadang membutuhkan penyesuaian waktu dan perhatian.

    Namun, hubungan yang sehat seharusnya memberikan ruang bagi kedua pihak untuk berkembang. Jika pasangan terus membuatmu merasa harus memilih antara hubungan dan masa depan, penting untuk membicarakan kembali ekspektasi serta batasan masing-masing.

    Menghadapi pasangan yang sering meremehkan impian memang tidak mudah. Apalagi jika kamu masih menyayanginya dan berharap hubungan tersebut bisa berjalan dalam jangka panjang. Namun, bukan berarti kamu harus terus memendam perasaan demi menjaga hubungan tetap terlihat baik-baik saja.

    Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Komunikasikan perasaanmu secara terbuka. Jelaskan komentar atau sikap pasangan membuatmu kehilangan semangat dan merasa tidak dihargai.
    2. Perhatikan responsnya. Pasangan yang bersedia memperbaiki hubungan biasanya mau mendengarkan, memahami dampak perilakunya, dan berusaha mengubah kebiasaan yang menyakitkan.
    3. Jangan menggantungkan seluruh kepercayaan dirimu pada penilaian pasangan. Tetap bangun lingkungan yang mendukung perkembanganmu, termasuk melalui teman, keluarga, atau komunitas yang memiliki tujuan serupa.
    4. Evaluasi hubungan jika perilaku meremehkan terus berulang meskipun sudah dibicarakan. Kamu berhak berada dalam hubungan yang memberikan rasa aman untuk tumbuh dan berkembang.

Related Articles

See More