Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Nelayan Jatuh dari KM Doa Ibu Ditemukan Tewas di Perairan Laut Banten

IMG-20260202-WA0026.jpg
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban nelayan, Santika. (Dok. Basarnas Lampung).
Intinya sih...
  • Restu menyampaikan, operasi pencarian korban dilakukan selama enam hari dengan koordinasi lintas wilayah.
  • Jenazah Santika telah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga setelah proses identifikasi oleh tim SAR Banten.
  • Operasi SAR ditutup setelah ditemukannya korban, dengan apresiasi dari Basarnas atas sinergi seluruh pihak yang terlibat.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Timur, IDN Times - Santika (37), seorang nelayan dilaporkan terjatuh dari KM Doa Ibu di perairan Sekopong, Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dantim Pos SAR Bakauheni, Restu Abdila membenarkan ihwal penemuan korban Santika tersebut. Jenazah ditemukan di titik koordinat 6°28'20.1" LS – 105°43'21.5" BT, kemudian dievakuasi oleh kapal nelayan dan dibawa ke Pos Polairud Panimbang.

"Benar, Kantor SAR Lampung menerima informasi dari Kantor SAR Banten melalui Unit Siaga SAR Pandeglang, terkait penemuan jenazah di sekitar perairan Panimbang, Banten," ujarnya dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

1. Ditemukan hari keenam pencarian

IMG_20260202_150756.jpg
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban nelayan, Santika. (Dok. Basarnas Lampung).

Restu menyampaikan, operasi pencarian terhadap korban kecelakaan kapal Man Over Board (MOB) atas nama Santika ini melibatkan koordinasi lintas wilayah, serta dilakukan secara bertahap sesuai prosedur.

Menurutnya, operasi pencarian dan pertolongan tersebut telah berlangsung selama enam hari tepatnya pascakejadian, dengan pembagian sektor berdasarkan SAR Map Prediction.

"Tim SAR gabungan telah berupaya maksimal baik melalui penyisiran laut maupun koordinasi, dengan wilayah Banten hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” katanya.

2. Pastikan jenazah Santika

IMG_20260202_150725.jpg
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban nelayan, Santika. (Dok. Basarnas Lampung).

Pascadilakukan proses identifikasi oleh tim SAR Banten bersama pihak keluarga, Restu memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Santika, warga Pandeglang, Banten. Kemudian korban diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka.

"Operasi SAR ini melibatkan Kantor SAR Lampung, Kantor SAR Banten, unsur Polairud, TNI AL, nelayan, serta keluarga korban, dengan dukungan sejumlah alutsista laut dan darat," ucapnya.

3. Operasi SAR berakhir

IMG-20260202-WA0025.jpg
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban nelayan, Santika. (Dok. Basarnas Lampung).

Seiring ditemukannya korban Santika, Santika menambahkan, kegiatan operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Kemudian seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.

"Basarnas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi seluruh pihak dalam operasi kemanusiaan tersebut," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More

9 Prioritas Pelanggaran Disasar Ops Keselamatan Krakatau 2026

02 Feb 2026, 17:03 WIBNews