Pangdam Radin Inten Sandang Gelar Adat Lampung Pangeran Satria Negara

- Mayjen TNI Kristomei Sianturi resmi menyandang gelar adat Pangeran Satria Negara melalui prosesi Angkon Muakhi dan Khuruk Adat Lampung di Kotabumi Selatan, Lampung Utara.
- Penganugerahan gelar ini menandai diterimanya Kristomei sebagai bagian keluarga besar Abung Siwo Migo serta simbol penghormatan atas pengabdiannya sebagai putra daerah Lampung Utara.
- Kristomei berkomitmen memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adat untuk membangun kembali kejayaan serta daya saing Lampung Utara.
Lampung Utara, IDN Times - Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyandang gelar adat Pangeran Satria Negara dalam prosesi Angkon Muakhi dan Khuruk Adat Lampung di kediaman Suttan Rajo Putra Negara, Ansori Sabak, Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara.
Penganugerahan gelar tersebut menjadi simbol diterimanya Kristomei sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Lampung, khususnya Abung Siwo Migo.
Prosesi itu juga disebut menjadi bentuk penghormatan masyarakat adat terhadap pengabdian Pangdam merupakan putra kelahiran Kabupaten Lampung Utara.
1. Angkon Muakhi disebut bukan sekadar seremoni

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis mengatakan, Angkon Muakhi bukan hanya prosesi adat, tetapi juga mengandung ikatan moral dan tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga besar adat.
Menurutnya, pemberian gelar kepada Pangdam menjadi bukti keberagaman dapat menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat Lampung.
"Beliau adalah putra Lampung Utara yang lahir dari keberagaman. Dengan prosesi ini, beliau resmi menjadi bagian dari masyarakat adat Lampung Utara, khususnya Abung Siwo Migo," ujarnya.
2. Pangdam mengaku merasa menjadi orang Lampung seutuhnya

Kristomei Sianturi mengaku sangat bersyukur sekaligus terharu atas kepercayaan yang telah diberikan dan disematkan oleh masyarakat adat Provinsi Lampung.
Selain itu, ia turut menilai prosesi tersebut memiliki makna mendalam karena semakin menguatkan ikatan emosional dengan tanah kelahiran.
"Saya merasa seutuhnya menjadi orang Lampung, khususnya orang Lampung Utara. Kotabumi adalah kota yang sangat saya cintai, tempat saya dilahirkan dan tempat orang tua saya dimakamkan," katanya.
3. Komitmen bersinergi bangun Lampung Utara

Kristomei juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan Lampung Utara, agar kembali menjadi daerah yang maju dan berdaya saing.
'Penganugerahan gelar Pangeran Satria Negara ini akan menjadi simbol persatuan dalam keberagaman sekaligus mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam membangun Bumi Ragem Tunas Lampung," tegas jenderal TNI bintang dua tersebut.


















