Comscore Tracker

Wabah COVID-19 Tak Urungkan Niat Mahasiswi Rintis Bisnis Udang Vaname

Bikin merek benur sendiri

Bandar Lampung, IDN Times – Membuka peluang usaha baru kala pandemik COVID-19 melanda Tanah Air khususnya Lampung minim dilakukan masyarakat. Tapi hal itu tidak menjadi penghalang bagi Mayang Novita Sanjaya. Semangat berbisnisnya tak luntur saat pandemik ini, ia justru termotivasi membuka peluang usaha baru.

Ia menerangkan, termovitasi membuka usaha udang Vaname. Motivasi itu mulanya dipicu rasa penasaran lantaran banyak pelaku usaha bisnis serupa kerap mengalami gagal panen dan terkena penyakit. Kondisi itu banyak terjadi di sentra udang Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur.

“Sering main ke sana (Kecamatan Pasir Sakti). Di sana mayoritas tambak udang Vaname tapi beberapa akhir ini siklus banyak yang gagal panen. Saya penasaran kenapa bisa seperti itu. Saya hubungi teman yang memang ahli budidaya udang Vaname. Kebetulan beliau ditugaskan kantornya di wilayah Lampung. Jadi saya banyak belajar dengan teman tentang budidaya udang,” imbuh Mayang, Rabu (12/8/2020).

1. Belajar tiga bulan dari sang ahli

Wabah COVID-19 Tak Urungkan Niat Mahasiswi Rintis Bisnis Udang Vanameunsplash.com/Andrew Neel

Mayang Novita Sanjaya menyatakan, sebelum memutuskan berbisnis udang Vaname, belajar tiga bulan dari temannya yang memahami seputar budidaya udang. Selama proses belajar, terjun langsung ke tambak udang. Ia bersama tim teknisi budidaya udang Vaname rutin mendampingi para pemilik tambak untuk melakukan penyuluhan.

“Saya berpikir banyak peluang usaha yang bisa dilakukan bidang ini. Potensi Lampung sangat luar biasa di bidang udang. Sedangkan harga udang selalu naik terus dan permintaan udang untuk ekspor belum terpenuhi,” jelasnya.

Pendampingan yang dilakukan Mayang dan tim tak bertepuk sebelah tangan. Panen berhasil dengan sistem budidaya herbal. Merujuk hal itu, memacunya untuk menggeluti peluang usaha bidang udang. Satu peluang itu yaitu, menjual benur (benih udang).

Baca Juga: Menteri KKP: Udang Vaname Lampung Diminati Pasar Dunia

2. Bikin merek benur sendiri

Wabah COVID-19 Tak Urungkan Niat Mahasiswi Rintis Bisnis Udang VanameIDN Times/ Muchammad Haikal

Menjual benur Mayang berkolaborasi dengan rekomendasi dari teknisi budidaya. Kolaborasi lainnya  dengan perusahaan pakan dan hatchery benur Vaname. Tujuannya, membuat merek benur sendiri bernama Benur Mayang Vaname F1 dan sekaligus mendirikan CV untuk sistem budidaya udang berbasis herbal.

“Ada peluang bisnis untuk menjual benur karena pemilik tambak sangat bergantung. Ilmu yang didapatkan di kampus juga sangat membantu dalam mengatur biaya operasional, membuat program kerja dan lain-lain,” tutur mahasiswi Program Studi Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya ini.

Saat ini, Mayang memiliki tambak sendiri dengan sistem sewa dua tahun di daerah Ketapang, Lampung Selatan. Tambak dimilikinya seluas 3.000 meter persegi. Dari total tersebut, 2.500 meter persegi dijadikan tambak vanami intensif.

“Sekarang sudah satu kolam produksi di usia udang 20 hari, yang rencana akan di panen pada usia 70 hari. Di masa pandemi, beberapa negara tidak lagi memproduksi budidaya udang Vaname. Imbasnya permintaan semakin tinggi dan harga semakin hari semakin tinggi seperti saat ini,” ujarnya.

3. Sebelum bisnis udang Vaname, jalani sewa kebaya

Wabah COVID-19 Tak Urungkan Niat Mahasiswi Rintis Bisnis Udang Vanameinstagram.com/dps_diahpermatasari

Wabah pandemik Covid-19 membuat perekonomian Indonesia berdampak pada bisnis hingga pemasukan pun menurun bahkan merugi. Hal ini juga dialami Mayang Kebaya yang dirintis Mayang Novita Sanjaya. Menurutnya, pemesanan pembuatan kebaya dan penyewaan mengalami penurunan karena wabah pandemi Covid-19.

“Sangat menurun. Jadi saya beralih ke usaha udang Vaname sekarang. Selama tidak ada orderan kebaya hanya mengandalkan tabungan tapi alhamdulillah bulan ini sudah mulai stabil kebayanya, orderan sudah masuk lagi. Jadi ada berkah di balik pandemi, punya usaha di bidang lain,” ungkapnya.

Selama menjalani usaha baru, Mayang juga mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya. “Alhamdulillah sangat mendukung untuk menjalani usaha baru ini,” kata mahasiswi yang sempat mengikuti sekolah fashion di Bandung, Jawa Barat ini.

Baca Juga: Resep Membuat Udang Bakar Kecap yang Rasanya Gurih Pedas, Enak Banget!

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya