Comscore Tracker

Turnamen Sepak Bola di Lapangan Mapolres Tuba Rusuh, Ini Kata Kapolres

Adu mulut dan lempar botol

Tulang Bawang, IDN Times - Turnamen sepak bola antar tim biru dan tim putih digelar di lapangan Polres Tulang Bawang. Dua tim itu membawa pendukung masing-masing sebanyak 500 orang.

Turnamen ini diamankan personel Polsek Menggala dan Polsek Banjar Agung dipimpin langsung oleh perwira pengendali (Padal) yakni Kapolsek Banjar Agung.

1. Pendukung ucapkan kata kasar

Turnamen Sepak Bola di Lapangan Mapolres Tuba Rusuh, Ini Kata KapolresSimulasi pengamanan kerusuhan massa pada turnamen sepak bola di Tulang Bawang, Rabu (22/6/2022). (Dok. Polres Tulang Bawang).

Mulanya turnamen berlangsung normal. Tetapi para pendukung tim sudah mulai panas menyuarakan kata-kata kasar.

Hingga akhirnya terjadi pelanggaran dilakukan oleh tim biru dan terlihat jelas oleh pendukung tim putih. Namun wasit mengatakan tidak terjadi pelanggaran.

Alhasil pendukung tim putih melakukan orasi dan berkata wasit tidak adil. Selain itu pendukung tim putih meminta pertandingan dihentikan, sambil melemparkan botol minuman kepada wasit.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pencuri Getah Karet PTPN VII di Tulang Bawang

2. Adu mulut dan lempar botol

Turnamen Sepak Bola di Lapangan Mapolres Tuba Rusuh, Ini Kata KapolresSimulasi pengamanan kerusuhan massa pada turnamen sepak bola di Tulang Bawang, Rabu (22/6/2022). (Dok. Polres Tulang Bawang).

Tetapi pendukung tim biru meminta pertandingan dilanjutkan karena sudah unggul 1-0. Tak pelak, adu mulut antar pendukung tim dan lemparan botol minuman ke dalam lapangan tidak dapat terhindarkan.

Situasi mulai tidak kondusif sehingga Padal langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kapolres Tulang Bawang.

Kapolres menerima laporan langsung memerintahkan Kasat Samapta melakukan pengamanan dengan memberangkatkan Dalmas kerangka dan Dalmas inti. Saat tiba di lokasi Dalmas inti langsung mengamankan para pemain dan para wasit ke tempat yang lebih aman.

3. Kerusuhan antar pendukung tim tak terelakkan

Turnamen Sepak Bola di Lapangan Mapolres Tuba Rusuh, Ini Kata KapolresSimulasi pengamanan kerusuhan massa pada turnamen sepak bola di Tulang Bawang, Rabu (22/6/2022). (Dok. Polres Tulang Bawang).

Keributan dan kerusuhan antar pendukung tim tidak terelakkan. Mereka saling lempar dengan barang-barang ke lapangan yang mengakibatkan pertandingan dihentikan sementara waktu.

Para pendukung tim mulai mendorong dan berusaha menerobos barisan petugas pengamanan sambil berteriak-teriak dan melakukan tindakan anarkis. Tim Negosiator diturunkan dan memberikan imbauan kepada para pendukung tim.

Hingga akhirnya perwakilan pendukung tim bertemu dengan panitia dan mendengarkan aspirasi dari masing-masing perwakilan. Setelah itu para pendukung kembali ke tribun masing-masing dan pertandingan dapat dilanjutkan kembali.

"Itulah gambaran sekilas dari simulasi pengamanan kerusahan massa pada turnamen sepak bola yang terjadi di salah satu stadion," kata Kapolres Tulang Bawang, AKBP Hujra Soumena dalam keterangan resmi. 

4. Tujuan simulasi

Turnamen Sepak Bola di Lapangan Mapolres Tuba Rusuh, Ini Kata KapolresSimulasi pengamanan kerusuhan massa pada turnamen sepak bola di Tulang Bawang, Rabu (22/6/2022). (Dok. Polres Tulang Bawang).

Hujra mengatakan, tujuan dari simulasi ini, agar personel Polres Tulang Bawang dan jajaran paham betul mengenai Perkap Nomor 01 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh personel Polri di lapangan.

Kapolres menjelaskan, dalam Perkap Nomor 1 tahun 2009 ini, ada 6 tahapan penggunaan kekuatan yang wajib diketahui.

"Mulai dari pencegahan, perintah lisan, kendali tangan kosong lunak, kendali tangan kosong keras, kendali senjata tumpul, senjata kimia seperti gas air mata, semprotan cabe atau alat lain sesuai standar polri, dan tahapan paling akhir yakni penggunaan senjata api (senpi)," jelas Hujra. 

Simulasi ini menurutnya, sebagai bentuk antisipasi agar kejadian kerusuhan yang mengakibatkan suporter meninggal dunia (MD) tidak terjadi di Kabupaten Tulang Bawang.

Baca Juga: Tega! Suami di Tulang Bawang Bunuh Istri lalu Dibuang ke Sungai

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya