Gubernur Lampung: Sedia Pangan Alternatif Penting Antisipasi Krisis

Konsumsi pangan masyarakat masih bergantung beras

Bandar Lampung, IDN Times – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, jumlah penduduk miskin di provinsi setempat terus mengalami penurunan. Merujuk data terakhir, masih terdapat 1091,6 ribu jiwa (12,62 persen) dan 8,89 persen di antaranya rentan terhadap rawan pangan.

Konsumsi pangan masyarakat masih bergantung pada beras atau nasi  dan belum beragam. Untuk itu, perlu ada alternatif konsumsi pangan lainnya. Hal tersebut diakui Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.

Menurutnya, Provinsi Lampung perlu memanfaatkan pangan lokal secara masif. Harapannya, mampu memberikan kontribusi positif untuk memperkuat kedaulatan pangan daerah dan nasional.

1. Merubah pola pikir masyarakat jadi tantangan

Gubernur Lampung: Sedia Pangan Alternatif Penting Antisipasi KrisisGubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan pencanangan gerakan diversifikasi pangan dan ekspos Usaha, Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) Pangan Lokal, Rabu (19/8/2020). (IDN Times/Istimewa)

Mengubah pola pikir masyarakat terkait pangan lokal menjadi tantangan saat ini dan masa depan. Untuk itu, satu cara bisa ditempuh meningkatkan diversifikasi pangan melalui inovasi dan terobosan terhadap produk pangan lokal agar sesuai dengan preferensi konsumen saat ini.

“Beberapa inovasi atau kreasi terhadap produk pangan lokal dengan memanfaatkan nama, bentuk, warna, tren penyajian. Begitu juga kemasan yang popular atau terkenal agar menarik minat konsumen untuk mengkonsumsi produk pangan lokal,” ujar Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, Kamis (20/8/2020).

Gubernur menambahkan, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa negara wajib menjamin terpenuhinya pangan sampai dengan perseorangan. Itu tercermin dari tersedianya pangan yang cukup dari sisi jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau. Selain itu, tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan.

Baca Juga: Pergub Lampung Nomor 45 Tahun 2020 Atur 2 Sanksi Pelanggar New Normal

2. Canangkan gerakan diversifikasi pangan

Gubernur Lampung: Sedia Pangan Alternatif Penting Antisipasi KrisisIDN Times/Ayu Afria

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi melakukan pencanangan gerakan diversifikasi pangan dan ekspos Usaha, Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) Pangan Lokal. Kegiatan itu digelar di Lapangan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Rabu (19/8/2020).

Gerakan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia ini bertujuan mengantisipasi krisis pangan global dan ancaman kekeringan, penyediaan pangan alternatif sumber karbohidrat dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Menurut Arinal, ketahanan pangan merupakan salah satu faktor kunci pembangunan suatu bangsa. “Melalui moment ini, saya harapkan dapat memberi kesadaran bagi kita semua terkait pentingnya diversifikasi pangan guna mendukung ketahanan pangan. Ini harus ditingkatkan, kita lakukan peningkatan kreativitas bersama Unila dan Polinela serta didukung oleh UMKM,” ujarnya.

3. Turunkan ketergantungan konsumsi beras

Gubernur Lampung: Sedia Pangan Alternatif Penting Antisipasi KrisisIlustrasi beras (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung, Kusnardi, menjelaskan bkegiatan pencanangan gerakan diversifikasi, ekspos UMKM pangan lokal, dan buah nusantara 2020 merupakan kegiatan yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Khusus di pusat digelar Kementerian Pertanian RI dengan agenda utama adalah Sapa Menteri Pertanian. Kegiatan itu, Menteri Pertanian menyapa secara virtual para fubernur, bupati/wali kota, kadis provinsi dan kadis kabupaten/kota membidangi pertanian.

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi krisis pangan global dan ancaman kekeringan, penyediaan pangan alternatif sumber karbohidrat lokal. Selain itu, mewujudkan ekonomi rakyat; dan mewujudkan SDM yang sehat, aktif, dan produktif melalui kecukupan pangan yang beragam, bergizi dan seimbang serta aman.

“Adapun sasaran adalah menurunkan ketergantungan konsumsi beras dan meningkatkan  konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat lainnya; dan menumbuhkan UMKM pangan sebagai penyedia pangan,” ujar Kusnardi.

Baca Juga: BI: Pertumbuhan Ekonomi Lampung Melambat, Peringkat 8 se-Sumatera

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya