Letusan Erupsi Kawah Nirwana 3 Kali, Begini Penjelasan BMKG Lampung

- Gempa vulkanik di Kawah Nirwana, Lampung Barat, menyebabkan kepulan asap tebal dan suara dentuman keras.
- Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di sekitar kawah nirwana guna mengantisipasi erupsi susulan setelah terjadi 3 kali letusan pagi ini.
- BMKG mengimbau masyarakat memantau informasi lebih lanjut melalui akun medsos @Pvmbg dan @Kabargeologi, serta website Vsi.esdm.go.id, Inatews.bmkg.go.id, atau aplikasi infoBMKG.
Lampung Selatan, IDN Times - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung menginformasikan peristiwa kepulan asap tebal disertai suara dentuman keras terjadi di area Keramikan Kawah Nirwana, Suoh, Lampung Barat dipicu adanya gempa vulkanik.
Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten II, Rudi Harianto mengatakan, erupsi terjadi di lokasi kejadian kali ini cukup besar dari erupsi biasa terjadi di kawah nirwana.
"Letusan yang terjadi di kawah nirwana Suoh diakibatkan oleh adanya gempa vulkanik di wilayah tersebut," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (24/5/2024).
1. Masyarakat diimbau hindari aktivis disekitar kawah

Seiring peristiwa ini, Rudi menyampaikan, masyarakat diimbau sementara untuk tidak atau menghindari melakukan aktivitas di sekitar kawah nirwana, guna mengantisipasi peristiwa erupsi susulan.
"Dari pemantauan kita dan laporan instansi terkait lainnya, letusan terjadi sejak pagi ini sebanyak 3 kali dan mengeluarkan suara gemuruh hingga menghempaskan asap tebal yang cukup tinggi," ucapnya.
2. Gempa vulkanik bisa sebabkan retakan pada batuan hingga getaran

Dikarenakan fenomena ini merupakan gempa vulkanik, Rudi melanjutkan, masyarakat dihimbau untuk dapat memantau akun medsos @Pvmbg dan @Kabargeologi, untuk informasi lanjutan atau dapat juga mengakses website Vsi.esdm.go.id.
Disebutkan gempa vulkanik adalah jenis gempa bumi berkaitan dengan aktivitas vulkanik, ketika isi bumi naik menuju permukaan tekanan yang dihasilkan dapat menyebabkan retakan pada batuan sekitarnya, hingga menimbulkan getaran atau gempa.
"BMKG akan terus melakukan monitoring aktivitas gempa bumi di wilayah tersebut, untuk mengantisipasi jika terjadi gempa lainnya yang dapat berdampak," katanya.
3. Minta masyarakat tak terpengaruh berita hoaks

Rudi menambahkan, masyarakat juga dapat mengikuti informasi gempa bumi secara realtime melalui website Inatews.bmkg.go.id atau melalui aplikasi infoBMKG dapat diunduh baik melaui smartphone android maupun iOS.
"Masyarakat dihimbau agar tidak mudah terpengaruh oleh berita hoax yang dapat beredar diluar sana. Pastikan dahulu sumbernya jika menerima sebuah berita agar tidak menimbulkan kepanikan," tandasnya.



















