Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Neraca Perdagangan Lampung Juni 2026 Surplus 533,60 Juta Dolar

Bandar Lampung
Alasan Neraca Perdagangan Lampung Juni 2026 Surplus 533,60 Juta Dolar
ilustrasi ekspor-impor menggunakan kapal (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Neraca perdagangan luar negeri Lampung pada Juni 2026 surplus US$533,60 juta, ditopang ekspor US$646,28 juta yang jauh melampaui impor US$112,68 juta.
  • Ekspor Juni 2026 naik 16,17 persen secara tahunan, meski ekspor kumulatif Januari–Juni turun 1,25 persen; komoditas terbesar ialah lemak dan minyak hewan/nabati.
  • Impor Juni 2026 turun 34,84 persen secara tahunan, sementara impor kumulatif semester pertama merosot 28,16 persen, dengan Jerman sebagai negara asal impor terbesar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Juni 2026 kembali mencatatkan kinerja positif surplus sebesar US$533,60 juta. Kinerja tersebut ditopang nilai ekspor jauh lebih besar dibandingkan nilai impor selama periode Juni 2026.

Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo menjelaskan, nilai ekspor sebesar US$646,28 juta dan nilai impor sebesar US$112,68 juta pada Juni 2026, Provinsi Lampung berhasil membukukan surplus neraca perdagangan luar negeri sebesar US$533,60 juta.

"Surplus ini merupakan yang tertinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya dan menunjukkan kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Lampung tetap kuat, didukung oleh tingginya nilai ekspor di tengah penurunan nilai impor," urainya dalam keterangan resmi secara virtual di YouTube BPS Lampung, Senin (3/8/2026).

1. Nilai ekspor US$646,28 juta

ilustrasi ekspor (pexels.com/Wolfgang Weiser)
ilustrasi ekspor (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Nilai ekspor Provinsi Lampung Juni 2026 tercatat mencapai US$646,28 juta. Angka ini meningkat 16,17 persen secara tahunan (y-on-y) dibandingkan Juni 2025 yang sebesar US$556,32 juta.

Dari sisi pelabuhan muat, nilai ekspor Provinsi Lampung selama Januari–Juni 2026 didominasi oleh pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung, yaitu sebesar US$2.482,64 juta atau 82,50 persen dari total ekspor. Sementara itu, ekspor melalui pelabuhan di luar Provinsi Lampung tercatat sebesar US$526,62 juta atau 17,50 persen.

Namun demikian, secara kumulatif (c-to-c), nilai ekspor Provinsi Lampung selama periode Januari–Juni 2026 mencapai US$3.009,26 juta, atau turun 1,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar US$3.047,37 juta.

2. Tiga negara tujuan utama ekspor

Ilustrasi Ekspor (Dok. IDN Times)
Ilustrasi Ekspor (Dok. IDN Times)

Tiga negara tujuan utama ekspor Provinsi Lampung selama Januari - Juni 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor US$446,95 juta (14,85 persen), diikuti Tiongkok sebesar US$392,71 juta (13,05 persen), dan Belanda sebesar US$245,67 juta (8,16 persen).

Komoditas utama yang diekspor ke ketiga negara tersebut didominasi oleh Lemak dan Minyak Hewan/Nabati. Secara keseluruhan, tiga komoditas ekspor terbesar selama Januari - Juni 2026 adalah Lemak dan Minyak Hewan/Nabati senilai US$1.353,71 juta (44,98 persen), Bahan Bakar Mineral sebesar US$462,73 juta (15,38 persen), serta Kopi, Teh, dan Rempah-Rempah sebesar US$400,69 juta (13,32 persen).

3. Nilai impor turun

ilustrasi impor barang (pexels.com/Chanaka)
ilustrasi impor barang (pexels.com/Chanaka)

Di sisi lain, nilai impor Provinsi Lampung pada Juni 2026 tercatat sebesar US$112,68 juta. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 34,84 persen secara tahunan dibandingkan Juni 2025 yang sebesar US$172,93 juta.

Secara kumulatif, nilai impor Januari–Juni 2026 mencapai US$828,15 juta, atau turun 28,16 persen dibandingkan periode Januari–Juni 2025 yang sebesar US$1.152,76 juta.

Tiga negara asal impor terbesar selama Januari–Juni 2026 adalah Jerman dengan nilai impor US$157,31 juta (19,00 persen) yang didominasi komoditas kapal, perahu, dan struktur terapung, disusul Amerika Serikat sebesar US$154,49 juta (18,65 persen) dengan komoditas utama kereta api, trem, dan bagiannya, serta Australia sebesar US$87,61 juta (10,58 persen) dengan komoditas utama binatang hidup.

Secara keseluruhan, tiga komoditas impor terbesar selama Januari–Juni 2026 adalah Kapal, Perahu, dan Struktur Terapung senilai US$149,50 juta (18,05 persen), Ampas dan Sisa Industri Makanan sebesar US$106,00 juta (12,80 persen), serta Binatang Hidup sebesar US$84,74 juta (10,23 persen).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More