Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kondisi Perairan Lampung 28 Oktober 2026, Gelombang 2,3 Meter

Bandar Lampung
3 min read
Kondisi Perairan Lampung 28 Oktober 2026, Gelombang 2,3 Meter
Ilustrasi gelombang angin (freepik.com/wirestock)
  • BMKG memperingatkan Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda selatan pada 28 Oktober 2026, dengan gelombang sedang sekitar 2,1–2,4 meter.
  • Perairan Barat Lampung berpotensi hujan petir siang-sore, sedangkan Selat Sunda selatan menghadapi angin tenggara 16–17 knot serta cuaca berubah hingga petir.
  • Teluk Lampung utara dan selatan memiliki gelombang lebih rendah, tetapi hujan petir, perubahan angin, dan arus laut tetap perlu diperhatikan nelayan serta operator kapal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Rabu (28/10/2026), perlu diwaspadai, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di kedua wilayah tersebut mencapai sekitar 2,1 meter–2,3 meter.

Sementara itu, gelombang di Perairan Teluk Lampung bagian utara dan selatan relatif lebih rendah. Selain gelombang laut, cuaca di sejumlah wilayah perairan Lampung berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan petir.

Angin dominan bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan yang bervariasi. Nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir tetap perlu memperhatikan perubahan cuaca sebelum melaut.

Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.

1. Tabel prakiraan kondisi perairan Lampung 28 Oktober 2026

Wilayah Perairan

Cuaca

Arah Angin

Kecepatan Angin

Tinggi Gelombang

Perairan Barat Lampung

Hujan ringan hingga hujan petir

Tenggara

11–13 knot

2,1–2,2 meter

Selat Sunda Bagian Selatan

Hujan ringan hingga hujan petir

Tenggara

16–17 knot

2,1–2,4 meter

Teluk Lampung Bagian Utara

Hujan ringan hingga hujan petir

Timur hingga tenggara

6–8 knot

0,9–1,2 meter

Teluk Lampung Bagian Selatan

Hujan ringan hingga hujan sedang

Timur hingga timur laut

2–15 knot

0,6–0,9 meter

  1. 2. Perairan Barat Lampung, gelombang capai 2,2 meter

    ilustrasi gelombang tinggi (pexels.com/Ondosan Sinaga)
    ilustrasi gelombang tinggi (pexels.com/Ondosan Sinaga)

    Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah perlu mendapat perhatian nelayan dan pengguna transportasi laut. BMKG memprakirakan tinggi gelombang di wilayah ini berkisar 2,1 meter–2,2 meter pada sejumlah waktu pengamatan, dengan kategori gelombang sedang.

    Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 11–13 knot. Cuaca diprakirakan berubah dari hujan ringan pada pagi hari menjadi hujan petir pada siang hingga sore hari.

    Arus laut bergerak ke arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 0,78–0,82 knot pada waktu pengamatan yang tersedia. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi nelayan tradisional dan kapal berukuran kecil. Masyarakat disarankan memantau pembaruan prakiraan maritim sebelum memutuskan berlayar.

  2. 3. Selat Sunda Selatan Lampung, gelombang hingga 2,4 meter

    ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник)
    ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник)

    Selat Sunda bagian selatan Lampung juga perlu diwaspadai. Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang di wilayah ini mencapai sekitar 2,3 meter pada pagi hari dan berpotensi meningkat menjadi 2,4 meter pada sore hari.

    Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 16–17 knot. Cuaca berpotensi berubah dari hujan sedang menjadi hujan ringan, kemudian kembali disertai petir pada sore hingga malam hari. Arus laut diprakirakan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,24–1,38 knot.

    Kombinasi gelombang sedang, angin, dan perubahan cuaca tersebut perlu diperhatikan oleh nelayan maupun pengguna jasa penyeberangan. Kondisi aktual di laut dapat berubah sehingga informasi terbaru dari BMKG dan otoritas pelabuhan perlu menjadi acuan sebelum berangkat.

  3. 4. Teluk Lampung bagian Utara, gelombang relatif lebih rendah

    Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele)
    Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele)

    Berbeda dengan Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan, tinggi gelombang di Perairan Teluk Lampung bagian utara diprakirakan berkisar 0,9–1,2 meter pada siang hingga malam hari. Angin bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 6–13 knot pada beberapa waktu pengamatan.

    Cuaca berpotensi mengalami hujan ringan pada pagi hari dan hujan petir pada sore hari. Menjelang malam, kondisi diprakirakan berangsur menjadi udara kabur.

    Arus laut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 0,86–1,07 knot pada siang hingga sore hari. Walaupun gelombangnya relatif lebih rendah dibandingkan dua wilayah sebelumnya, nelayan tetap perlu memperhatikan potensi hujan petir dan perubahan kecepatan angin.

  4. 5. Teluk Lampung bagian Selatan, gelombang di bawah 1 meter pada siang hari

    ilustrasi gelombang di perairan samudra (Pixabay.com/Pexels)
    ilustrasi gelombang di perairan samudra (Pixabay.com/Pexels)

    Perairan Teluk Lampung bagian selatan memiliki prakiraan gelombang relatif rendah dibandingkan Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan. Pada siang hingga sore hari, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,6–0,9 meter.

    Angin bertiup dari timur hingga timur laut dengan kecepatan sekitar 2–8 knot pada sejumlah waktu pengamatan. Cuaca diprakirakan mengalami hujan sedang pada pagi hari, kemudian berangsur menjadi hujan ringan dan berawan tebal pada siang hingga sore hari.

    Arus laut bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 2,02–2,48 knot pada pagi hingga sore hari. Kecepatan arus ini perlu diperhatikan karena kondisi perairan tidak hanya dipengaruhi oleh tinggi gelombang.

    Nelayan dan operator kapal tetap harus mempertimbangkan arus laut, cuaca, serta karakteristik kapal sebelum beraktivitas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More