- Memantau pembaruan prakiraan cuaca maritim BMKG sebelum melaut.
- Mempertimbangkan tinggi gelombang dan kecepatan angin sebelum berlayar.
- Memastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan berfungsi dengan baik.
- Mematuhi arahan petugas pelabuhan serta otoritas keselamatan pelayaran.
- Menghindari aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman.
Kondisi Perairan Lampung 25 Oktober 2026, Waspada Gelombang 3 Meter

- BMKG memperingatkan gelombang hingga 3 meter pada dini hari 25 Oktober 2026 di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan Lampung.
- Di Perairan Barat Lampung, angin tenggara sekitar 11 knot berubah menjadi selatan 13 knot; gelombang diprakirakan turun ke 2,4–2,5 meter pada sore-malam.
- Nelayan dan pengguna transportasi laut diminta memantau informasi BMKG, mengecek perlengkapan keselamatan, mematuhi otoritas pelabuhan, serta menghindari melaut saat kondisi tidak aman.
Bandar Lampung, IDN Times – Kondisi perairan Lampung, Minggu (25/10/2026) perlu diwaspadai, terutama di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan Lampung. Berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang di kedua wilayah tersebut berpotensi mencapai 3 meter pada dini hari.
Gelombang diprakirakan berangsur menurun menjadi sekitar 2,4 meter–2,5 meter pada sore hingga malam hari. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap perlu mengutamakan keselamatan serta memeriksa pembaruan informasi BMKG sebelum beraktivitas di laut.
Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Prakiraan kondisi perairan Lampung 25 Oktober 2026
Wilayah Perairan | Kondisi Cuaca | Arah Angin | Kecepatan Angin | Tinggi Gelombang | Arah Arus | Kecepatan Arus |
|---|---|---|---|---|---|---|
Perairan Barat Lampung | Berawan tebal | Tenggara–selatan | 11–13 knot | 2,4–3 meter | Selatan–barat daya | 0,79–0,89 knot |
Selat Sunda Selatan Lampung | Udara kabur hingga berawan tebal | Tenggara–selatan | 10–14 knot | 2,4–3,1 meter | Barat–barat daya | 1,26–1,42 knot |
Perairan Teluk Lampung Bagian Utara | Kabut hingga berawan tebal | Barat laut–utara | 8–14 knot | 1,4–1,8 meter | Tenggara–timur laut | 0,7–0,9 knot |
Perairan Teluk Lampung Bagian Selatan | Berawan hingga cerah berawan | Selatan–barat | 9–14 knot | 1,1–1,6 meter | Barat | 1,29–2,03 knot |
2. Perairan Barat Lampung, gelombang capai 3 meter

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Soly Moses) Perairan Barat Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian. Pada Minggu dini hari, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,9–3 meter.
Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 11 knot. Memasuki siang hari, arah angin diprakirakan berubah menjadi selatan dengan kecepatan sekitar 13 knot.
Pada sore hingga malam hari, tinggi gelombang diprakirakan menurun menjadi sekitar 2,4 meter–2,5 meter. Meski demikian, kondisi laut masih perlu diwaspadai karena gelombang dapat memengaruhi keselamatan aktivitas pelayaran.
3. Selat Sunda Selatan Lampung, gelombang berangsur menurun

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/lucas andreatta) Kondisi serupa diprakirakan terjadi di Selat Sunda bagian selatan Lampung. Tinggi gelombang pada dini hari diperkirakan mencapai 2,8–3 meter.
Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan sekitar 11–12 knot. Pada siang hari, angin diprakirakan berubah dari timur laut dengan kecepatan sekitar 10 knot.
Tinggi gelombang kemudian diprakirakan berada di kisaran 2,4 meter–2,5 meter pada sore hingga malam hari. Kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan tersebut.
4. Imbauan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut

Ilustrasi berlayar (Pexels.com/Mike Bird) Gelombang yang mencapai 3 meter berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal kecil dan perahu nelayan. Untuk mengurangi risiko kecelakaan laut, masyarakat diimbau untuk:






















