Kondisi Perairan Lampung 12 September 2026, Gelombang 3,6 Meter

- BMKG Maritim memprakirakan gelombang di Samudra Hindia barat Lampung mencapai 3,5–3,6 meter pada sore hingga malam 12 September 2026, dengan angin tenggara 16–17 knot.
- Di Teluk Lampung bagian utara, tinggi gelombang diprediksi naik dari sekitar 1,7 meter menjadi 2,5 meter pada sore hingga malam dan masuk kategori tinggi.
- Nelayan serta pengguna kapal kecil diminta mempertimbangkan kondisi laut sebelum melaut; gelombang dipengaruhi angin dan dinamika laut, bukan otomatis dampak erupsi Anak Krakatau.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung berdasarkan informasi BMKG Maritim, Sabtu (12/9/2026)perlu mendapat perhatian. Terutama Samudra Hindia sebelah barat Lampung, yang diprakirakan mengalami gelombang tinggi hingga 3,6 meter.
Sedangkan Teluk Lampung bagian utara dapat mencapai 2,5 meter. Nelayan dan pengguna kapal kecil sebaiknya mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melaut.
Berikut IDN Times sajikan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Samudra Hindia jadi perhatian utama

ilustrasi gelombang laut (unsplash.com/splashabout) Di Samudra Hindia barat Lampung, gelombang diprakirakan meningkat sepanjang 12 September. Pada dini hari sekitar 3 meter, kemudian naik menjadi 3,3 meter pada pagi, 3,4 meter siang, dan mencapai 3,5–3,6 meter pada sore hingga malam. Angin bertiup dari arah tenggara sekitar 16–17 knot, dengan hembusan maksimum sekitar 29 knot.
Kondisi ini masuk kategori gelombang tinggi, sehingga perlu diwaspadai oleh nelayan, kapal kecil, serta masyarakat yang melakukan aktivitas di laut.
2. Teluk Lampung juga meningkat

ilustrasi gelombang laut (pexels.com/Виктор Соломоник) Untuk Perairan Teluk Lampung bagian utara, gelombang pada awal 12 September sekitar 1,7 meter dan meningkat secara bertahap menjadi 2,5 meter pada sore hingga malam. BMKG mengategorikan gelombang 2,5 meter tersebut sebagai tinggi.
3. Update perairan pascaerupsi Anak Krakatau

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele) Kondisi gelombang ini tidak otomatis merupakan dampak erupsi Anak Krakatau. Prakiraan gelombang lebih berkaitan dengan kondisi angin dan dinamika laut. Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau memang masih perlu dipantau karena statusnya masih Siaga.
4. Data lengkap perairan Lampung
Wilayah Perairan
Cuaca
Angin
Gelombang
Samudra Hindia Barat Lampung
Berawan Tebal–Udara Kabur
Tenggara 16–17 knot
3,0–3,6 m (Tinggi)
Perairan Barat Lampung
Berawan–Berawan Tebal
Tenggara
Sekitar 3 m, berpotensi tinggi
Teluk Lampung Bagian Utara
Udara Kabur–Berawan
Timur Laut–Tenggara, 3–7 knot
1,7–2,5 m (Sedang–Tinggi)
Selat Sunda Bagian Selatan
Berawan
Tenggara
Perlu diwaspadai, terutama saat angin menguat

















