- Menjadi salah satu wilayah paling berisiko.
- Gelombang mencapai 3,2 meter dan angin dapat mengalami peningkatan mendadak hingga 27 knot.
Perairan Lampung 9 September 2026, Awas Gelombang 3,2 Meter!

- Perairan barat dan selatan Lampung pada 9 September 2026 diprakirakan mengalami gelombang hingga 3,2 meter, terutama dini hari, sebelum berangsur turun menjelang siang.
- Samudra Hindia Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan menjadi area berisiko, dengan angin tenggara serta hembusan sesaat mencapai 25–27 knot.
- Nelayan kapal kecil, kapal wisata, dan aktivitas pesisir diminta waspada; BMKG juga terus memantau perubahan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Rabu (9/9/2026) perlu diwaspadai, terutama di sisi barat dan selatan. Itu karena, gelombang tertinggi diprakirakan mencapai 3,2 meter.
Di Selat Sunda Selatan Lampung menunjukkan gelombang sekitar 3,2 meter pada 00.00 WIB, turun bertahap menjadi 2,6 meter pada 12.00 WIB. Angin dari tenggara mencapai 14–15 knot dengan hembusan sesaat hingga 25 knot.
Sementara di Samudra Hindia Barat Lampung, gelombang juga diprakirakan mencapai 3,2 meter pada dini hari, kemudian turun menjadi sekitar 2,7 meter pada siang hari. Angin tenggara mencapai 16 knot dengan gust hingga 27 knot.
Untuk nelayan kapal kecil dan aktivitas wisata bahari, kondisi ini kurang ideal, khususnya pada dini hari hingga pagi. Kondisi gelombang diprakirakan sedikit membaik menuju siang, tetapi masih berada pada kategori tinggi di sejumlah perairan.
Berikut IDN Times sajikan prediksi kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Wilayah perlu diwaspadai

ilustrasi gelombang pasang (unsplash.com/Jeremy Bishop) 1. Samudra Hindia Barat Lampung
2. Selat Sunda Selatan Lampung
- Gelombang juga mencapai 3,2 meter, terutama pada dini hari.
- Kondisi berangsur menurun tetapi masih sekitar 2,6–2,8 meter menjelang siang.
3. Perairan barat Lampung
- Aktivitas pelayaran nelayan kecil perlu mempertimbangkan kondisi gelombang dan hembusan angin, khususnya jika menuju perairan terbuka.
2. Implikasi untuk pelayaran

Ilustrasi gelombang sedang (Pexels.com/Sascha Thiele) - Dengan gelombang 2,5 meter–4 meter, kondisi masuk kategori tinggi menurut klasifikasi peringatan gelombang BMKG.
- Karena itu, nelayan dengan kapal kecil, kapal wisata, serta masyarakat yang melakukan aktivitas di pesisir barat dan selatan Lampung perlu meningkatkan kewaspadaan.
- Risiko terbesar terutama berasal dari kombinasi gelombang tinggi dan gust angin 22–27 knot.
3. Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pengamatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9/2026). (Dok. Magma Indonesia). Ada faktor tambahan yang penting untuk perairan Lampung pada 9 September. BMKG masih memantau dinamika abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang pada 7 September terpantau menyebar hingga sebagian wilayah Lampung dan perairan Samudra Hindia di sebelah barat–barat daya Lampung.
Pada 8 September, BMKG menyatakan hasil pengujian di sejumlah bandara sudah negatif dari abu vulkanik dan operasional mulai kembali dibuka, tetapi pemantauan tetap dilakukan karena sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin.
4. Data lengkap perairan Lampung
Wilayah Perairan
Cuaca
Angin
Gelombang
Arus
Suhu Air
Selat Sunda bagian Selatan Lampung
Hujan ringan–berawan tebal
Tenggara–Selatan, 12–15 knot, gust 22–25 knot
2,6–3,2 m (Tinggi)
Ke barat, 1,4–1,6 knot
25–26°C
Samudra Hindia Barat Lampung
Udara kabur–berawan tebal
Tenggara–Selatan, 14–16 knot, gust hingga 27 knot
2,7–3,2 m (Tinggi)
Ke barat, 1,5–1,7 knot
26–27°C
Perairan Barat Lampung
Berawan–berawan tebal
Tenggara, sekitar 12–16 knot
Sekitar 2–3 m
Cenderung ke barat
Sekitar 26–27°C
Perairan Timur Lampung
Cerah berawan–berawan
Tenggara, cenderung lebih rendah
Rendah–sedang
Relatif tenang
Sekitar 27–29°C
Perairan Selat Sunda bagian Utara
Cerah berawan–berawan
Tenggara
Rendah–sedang
Cenderung ke barat
Sekitar 27–29°C



















