Kenali Gejala Campak, Dinkes Lampung Minta Masyarakat Tetap Waspada

- Dinkes Lampung mengimbau masyarakat mengenali gejala awal campak seperti demam tinggi dan ruam merah, serta tetap waspada terhadap potensi peningkatan kasus di daerah.
- Masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul dua gejala utama campak dan melaporkan temuan suspek untuk mencegah penularan lebih luas.
- Dinkes menekankan pentingnya imunisasi campak rubella lengkap, perilaku hidup bersih, dan ketenangan masyarakat agar penyebaran penyakit dapat ditekan secara efektif.
Bandar Lampung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mengimbau masyarakat mengenali gejala awal suspek campak dan tidak panik. Namun tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah potensi peningkatan kasus penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Lampung, dr Edwin Rusli mengatakan, terdapat dua gejala utama campak yang perlu diwaspadai masyarakat sejak dini.
“Jadi gejala klinis utama campak yaitu, demam tinggi lebih dari 39 derajat Celsius dan munculnya bintik merah atau ruam di kulit. Selain itu, biasanya juga disertai batuk, pilek, dan mata merah,” ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026).
1. Segera ke fasilitas kesehatan jika muncul dua gejala

Edwin menegaskan, masyarakat khususnya orang tua diminta tidak menunda untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila menemukan minimal dua gejala tersebut.
“Jika ada anak atau anggota keluarga yang mengalami minimal dua gejala itu, segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan sesuai standar,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta aktif melaporkan temuan suspek campak ke fasilitas kesehatan terdekat, agar dapat segera dilakukan penelusuran kasus atau penyelidikan epidemiologi di lingkungan sekitar. “Langkah ini penting untuk mencegah penularan lebih luas di masyarakat,” tambah dia.
2. Ingatkan risiko komplikasi campak

Edwin mengingatkan, campak bukan penyakit ringan dan dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak. Menurutnya, beberapa komplikasi yang bisa terjadi antara lain diare berat, radang paru (bronkopneumonia), radang otak, kebutaan, hingga kematian.
“Karena itu masyarakat tidak boleh abai. Kenali gejalanya dan segera lakukan pemeriksaan jika ada tanda-tanda,” ucapnya.
3. Minta masyarakat tetap tenang namun waspada

Di sisi lain, Dinkes Provinsi Lampung turut mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dengan menerapkan langkah pencegahan. Salah satunya memastikan anak mendapatkan imunisasi campak rubella (MR) lengkap sebanyak tiga dosis, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat anak masuk usia sekolah dasar.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan berperan aktif melaporkan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap ke puskesmas terdekat agar dapat dilakukan imunisasi kejar.
“Kami juga mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau di tempat ramai, serta menjaga etika batuk. Kewaspadaan dan peran aktif masyarakat menjadi kunci penting dalam menekan penyebaran campak di Provinsi Lampung," imbuh Kadinkes.



















