Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran Lahan Melalap 128 Hektare Kawasan Perbukitan Pringsewu

Kab. Pringsewu
Kebakaran Lahan Melalap 128 Hektare Kawasan Perbukitan Pringsewu
Kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (11/9/2026) malam. (Dok. Polda Lampung).
  • Kebakaran lahan di dua lokasi perbukitan Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, Jumat malam, menghanguskan sekitar 128 hektare setelah laporan warga soal asap dan titik api.
  • Titik utama di Bukit Tamro, Bukit Sarno, Tambahrejo Barat, hingga Wates Selatan berdampak 125 hektare; titik belakang TPU Tambahrejo Barat membakar sekitar 3 hektare.
  • Petugas gabungan memadamkan api hingga pukul 22.30 WIB dan terus memantau bara. Masyarakat diimbau menghindari aktivitas pemicu kebakaran serta segera melaporkan asap atau api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pringsewu, IDN Times - Kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (11/9/2026) malam. Luas lahan terdampak dari dua lokasi kebakaran diperkirakan mencapai 128 hektare.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, kebakaran diketahui setelah personel Polres Pringsewu menerima laporan masyarakat terkait kepulan asap dan titik api di kawasan perbukitan.

"Ya, personel Polres Pringsewu bersama Polsek Gadingrejo dan unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).

  1. 1. Lahan terbakar mencapai 125 hektare

    IMG-20260912-WA0014.jpg
    Kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (11/9/2026) malam. (Dok. Polda Lampung).

    Yuni menjelaskan, kebakaran pertama terjadi di kawasan Bukit Tamro dan Bukit Sarno, Pekon Tambahrejo Barat. Api dan sisa bara kemudian menjalar hingga kawasan perbukitan Pekon Wates Selatan.

    Berdasarkan pendataan sementara, lahan terdampak di kawasan Bukit Sarno dan sekitar Pekon Tambahsari diperkirakan mencapai 50 hektare. Sementara itu, lahan terdampak di Pekon Wates Selatan sekitar 75 hektare.

    "Titik api ini diduga sisa kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya. Saat dilakukan pengecekan, petugas masih menemukan kepulan asap yang berasal dari bara yang belum sepenuhnya padam," ucapnya.

  2. 2. Titik kedua terbakar sekitar 3 hektare

    IMG-20260912-WA0018.jpg
    Kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (11/9/2026) malam. (Dok. Polda Lampung).

    Saat personel menangani titik pertama, Yuni melanjutkan, petugas kembali menerima laporan kebakaran di kawasan perbukitan belakang TPU Pekon Tambahrejo Barat.

    Menurutnya, api di lokasi kedua tersebut juga diduga berasal dari sisa kebakaran sehari sebelumnya. Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 3 hektare.

    "Untuk titik kedua, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Setelah itu personel kembali melanjutkan penanganan di titik pertama," kata Yuni.

    Kemudian petugas bergerak ke kawasan Pekon Wates Selatan, tepatnya di sekitar Pondok Ibnu Mubarok yang berada di perbatasan dengan wilayah Pesawaran. Pemadaman dilakukan bersama Satpol PP, BPBD, aparatur pekon, serta masyarakat hingga akhir api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB.

    "Dari laporan, total luas lahan terdampak dari dua lokasi kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 128 hektare," lanjut dia

  3. 3. Petugas tetap pantau lokasi

    IMG-20260912-WA0012.jpg
    Kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (11/9/2026) malam. (Dok. Polda Lampung).

    Yuni mengatakan, meski seluruh titik api telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi. Upaya itu untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

    Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas berpotensi memicu kebakaran lahan, serta diminta segera melapor apabila menemukan kepulan asap maupun titik api.

    "Jika masyarakat menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas. Penanganan sejak dini sangat penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar," imbuh kabid humas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More