Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Belum Kantongi SLHS, 126 Dapur MBG di SPPG Lampung Ditutup Sementara

Bandar Lampung
Belum Kantongi SLHS, 126 Dapur MBG di SPPG Lampung Ditutup Sementara
Petugas menyusun ompreng berisi makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)
  • Sebanyak 126 dapur SPPG di Lampung masuk daftar penutupan sementara karena belum tercatat mengunggah Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dalam sistem BGN.
  • Pengelola SPPG diberi kesempatan banding dengan mengunggah dokumen SLHS; sebagian dari 126 dapur diduga sudah memiliki sertifikat, sehingga angka final masih diverifikasi.
  • Penutupan tidak permanen: dapur dapat beroperasi kembali setelah memenuhi persyaratan SLHS. Secara nasional, BGN menutup sementara 1.999 dapur SPPG terkait ketentuan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Sebanyak 126 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Lampung masuk daftar penutupan operasional sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penutupan lantaran ratusan dapur tersebut belum tercatat mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dalam sistem.

Kasubbag Tata Usaha KPPG Lampung-Bengkulu, Fitra Alfarisi mengatakan, angka 126 tersebut merupakan bagian dari total 1.999 dapur sebelumnya telah diumumkan oleh Kepala BGN, Sudaryono. Itu merujuk data sementara berdasarkan pendataan dilakukan pada awal pekan kemarim.

"Dari versi Senin kemarin, 126 yang belum. Tapi ternyata di 126 itu ada yang sudah ada SLHS, tapi belum meng-upload ke sistem," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).

  1. 1. SPPG diberi kesempatan ajukan banding

    ilustrasi sertifikat
    ilustrasi sertifikat (freepik.com/freepik)

    Terkait keputusan tersebut, Fitra menjelaskan, BGN telah memberikan kesempatan kepada pihak-pihak SPPG yang masuk daftar penutupan untuk melakukan banding, apabila sebenarnya telah mengantongi SLHS.

    Menurutnya, proses tersebut dilakukan dengan memberikan waktu dan kesempatan kepada pengelola masing-masing SPPG untuk mengunggah dokumen SLHS ke dalam sistem BGN.

    "Ini kita kasih waktu sampai jam 12.00 siang kemarin untuk upload terkait SLHS nya. Ini kami juga masih menunggu data finalnya di Lampung ada berapa," ucap dia.

  2. 2. Masih tunggu angka final

    IMG-20250915-WA0006.jpg
    Kegiatan operasional SPPG Rajabasa Musiraya, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

    Mekanisme banding tersebut ditegaskan bukan merupakan perbaikan terhadap status SLHS, melainkan kesempatan untuk membuktikan bahwa SPPG telah memiliki sertifikat, tetapi belum dilaporkan melalui sistem.

    Berdasarkan perkiraan sementara, jumlah SPPG di Lampung belum memenuhi ketentuan SLHS diperkirakan hanya puluhan, bukan lagi mencapai ratusan seperti angka awal 126 SPPG.

    "Kalau kemarin 126, Lampung versi Senin. Dari 126 itu saya cek sekarang sekitar puluhan, tidak sampai ratusan, tapi nanti kita tunggu sama-sama berapa angka finalnya," kata dia.

  3. 3. Penutupan bersifat sementara

    IMG-20260903-WA0046.jpg
    Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono di DPR, Kamis (3/9/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

    Fitra menambahkan, penutupan operasional terhadap SPPG tersebut juga bukan bersifat permanen melainkan sementara, sehingga dapur yang ditutup masih dapat kembali beroperasi setelah memenuhi persyaratan SLHS.

    "Sementara sampai diterbitkan SLHS, saat ini data masih proses verifikasi setelah pengunggahan dokumen susulan selesai dilakukan," imbuhnya.

    Kepala BGN Sudaryono sebelumnya telah mengumumkan penutupan sementara terhadap 1.999 dapur SPPG secara nasional berkaitan dengan pemenuhan persyaratan SLHS. Rincian dapur ditutup sementara meliputi wilayah 1 sebanyak 351 dapur SPPG, wilayah 2 (1.417 dapur SPPG), dan wilayah 3 (231 dapur SPPG).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More