Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kasus Diare Balita di Bandar Lampung 3.522 Kasus, Kok Bisa?

Kasus Diare Balita di Bandar Lampung 3.522 Kasus, Kok Bisa?
ilustrasi diare (pexels.com/Sora Shimazaki)

Bandar Lampung, IDN Times - Kasus diare pada anak memang tidak bisa dianggap remeh. Diare umumnya dapat menyebabkan penderita mengalami dehidrasi karena terlalu banyak mengeluarkan cairan.

Sehingga dikhawatirkan dapat memicu munculnya berbagai gangguan tubuh seperti demam, penurunan kesadaran, hilangnya nafsu makan hingga pada akhirnya menjadi penyebab anak stunting.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Desti Mega Putri mengatakan selama 2023 terhitung sejak Januari hingga Juli 2023 terdapat 3.522 kasus diare pada balita.

“Kalau total sampai pertengahan tahun 2023 kasusnya ada 3.522 kasus. Diare ini memang penyakit rawan sih karena berhubungan juga dengan kebersihan yang masuk ke mulut bayi,” katanya, Jumat (8/9/2023).

1. Kasus tertinggi Mei 2023

pixabay.com
pixabay.com

Secara rinci, Desti menyebutkan kasus diare terbanyak berada periode Mei 2023 sebanyak 619 kasus disusul Juli sebanyak 610 kasus.

Sedangkan secara berturut-turut, untuk Januari 432 kasus, Februari 473 kasus, Maret 487 kasus, April 415 kasus, dan Juni 486 kasus. Sedangkan untuk Agustus masih dalam proses rekapitulasi.

“Kalau diare ini fluktuatif jadi tidak bisa kita prediksi bulan ini akan tinggi kasusnya atau bulan ini rendah kasusnya. Karena tidak terlalu berpengaruh pada musim,” ujarnya.

2. Orang tua harus memperhatikan apa masuk mulut anak

ilustrasi balita (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
ilustrasi balita (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Desti menyebutkan, dalam kasus diare orang tua sebaiknya tak hanya harus memperhatikan kebersihan pada makanan anak saja melainkan apapun yang masuk ke mulut anak.

“Karena namanya balita kan yang masuk ke mulut gak cuma makanan saja. Bisa mainan dia, atau apapun benda yang dia pegang bisa dia masukan ke dalam mulut, iya kalau bersih, kalau gak ya bisa menyebabkan diare,” jelasnya.

Sehingga orang tua juga wajib memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar sang anak. Misalnya dengan rajin membersihkan mainan anak dan sebagainya.

3. Ajarkan anak untuk hidup bersih dan sehat sejak dini

pinterest
pinterest

Desti juga mengimbau kepada masyarakat agar mengajarkan anaknya hidup bersih dan sehat sejak dini. Misalnya, mengajarkan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta setelah dari toilet.

“Sering enggaknya cuci tangan itu bisa dari kebiasaan anak. Kalau misalnya dia udah diajarkan rutin untuk cuci tangan tiap makan dan setelah makan, dia seterusnya meski gak ada orang tuanya akan tetap cuci tangan karena sudah terbiasa,” paparnya.

Selain itu ia juga menambahkan, agar orang tua tidak terlalu memaksakan untuk mencobakan semua rasa makanan secara berlebihan pada sang anak. Namun perkenalan rasa khususnya rasa pedas bisa dilakukan secara bertahap sedikit demi sedikit agar lambung tidak kaget.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rohmah Mustaurida
Martin Tobing
Rohmah Mustaurida
EditorRohmah Mustaurida
Follow Us

Latest News Lampung

See More

Laka Maut Pringsewu Pikap Vs Motor: Dua Tewas, Satu Kritis

08 Apr 2026, 06:01 WIBNews