Karhutla 3 Hektare di TNBBS, Diduga Akibat Pembakaran Sampah?

- Karhutla di Rata Agung, kawasan TNBBS Kabupaten Pesisir Barat, menghanguskan sekitar 3 hektare lahan pada 26-27 Agustus 2026.
- Petugas menduga kebakaran dipicu pembakaran sampah sengaja; vegetasi terdampak didominasi serasah dan tanaman merambat, dengan satu pohon tidak terbakar seluruhnya.
- Api telah dipadamkan dan kondisi terkendali. Balai Besar TNBBS melakukan patroli bulanan serta meminta warga menghindari pembakaran dan segera melapor bila menemukan titik api.
Pesisir Barat, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) tepatnya di wilayah Rata Agung, Kabupaten Pesisir Barat. Insiden tersebut menghanguskan sekitar 3 hektare lahan pada 26-27 Agustus 2026.
Kepala Balai Besar TNBBS, Hifzon Zawahiri, mengatakan, api kini telah berhasil dipadamkan. Berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (29/8/2026), pihaknya belum menerima informasi adanya karhutla baru di kawasan konservasi tersebut.
"Untuk hari ini belum ada info dari lapangan. Belum ada. Nanti kami infokan jika ada," ujarnya dikonfirmasi.
1. Vegetasi terbakar berupa serasah dan tanaman merambat

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) tepatnya di wilayah Rata Agung, Kabupaten Pesisir Barat. (Dok. Balai Besar TNBBS). Hifzon menjelaskan, kebakaran di wilayah Rata Agung diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan secara sengaja oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, vegetasi terbakar sebagian besar berupa serasah dan sejumlah tanaman merambat. Sementara itu, terdapat satu pohon di lokasi yang terdampak, tetapi tidak sampai terbakar seluruhnya.
"Dari hasil penelusuran petugas kami di lapangan, kebakaran kali ini diduga adanya pembakaran sampah yang dilakukan sengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab," katanya.
2. Sudah dipadamkan sepenuhnya

Petugas menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) tepatnya di wilayah Rata Agung, Kabupaten Pesisir Barat. (Dok. Balai Besar TNBBS). Meski api sempat meluas dalam peristiwa kemarin, Hifzo memastikan kondisi di lokasi saat ini sudah aman dan terkendali, sementara kobaran api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh petugas gabungan
Sebagai langkah mitigasi, Balai Besar TNBBS melakukan patroli rutin di kawasan konservasi. Patroli tersebut dilakukan setiap bulan, untuk memantau kondisi kawasan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran.
"Patroli tiap bulan dilakukan. Selain patroli, kami juga meminta masyarakat turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran sampah atau aktivitas pembakaran lainnya di sekitar kawasan hutan," pintanya.
3. Minta masyarakat segera lapor

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) tepatnya di wilayah Rata Agung, Kabupaten Pesisir Barat. (Dok. Balai Besar TNBBS). Hifzon menambahkan, masyarakat yang menemukan titik api maupun mengetahui adanya karhutla di kawasan TNBBS diminta segera melaporkannya kepada petugas, agar dapat ditangani sedini mungkin.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Jika mengetahui adanya kebakaran hutan dan lahan di kawasan kami, mohon segera diinformasikan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti," imbuhnya.



















