Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Istri Selingkuh dan Tersulut Api Cemburu jadi Motif Pria Dibunuh
Tampang tersangka pasutri Ardi dan Novita diringkus Satreskrim Polres Pesawaran. (DOK. Polres Pesawaran).
  • Polisi mengungkap motif pembunuhan mayat laki-laki terbungkus seprai di Pesawaran.
  • Kasus dilatarbelakangi cemburu pelaku terhadap korban yang selingkuh dengan istri pelaku.
  • Korban tewas setelah direncanakan oleh Ardi Kurniawan dan pasangannya, Novita Dwi Ramadanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pesawaran, IDN Times - Polisi mengungkap motif pembunuhan mayat laki-laki ditemukan terbungkus seprai di Pesawaran. Kasus tindak pidana ini dilatarbelakangi rasa cemburu dan sakit hati pelaku terhadap korban telah selingkuh hingga berhubungan badan dengan sang istri.

Kasatreskrim Polres Pesawaran, Iptu Devrat Aolia Arfan mengatakan, kasus pembunuhan ini telah direncanakan tersangka Ardi Kurniawan (24), karena korban Wawan Setiawan (25) menjalin hubungan spesial dengan istrinya Novita Dwi Ramadanti (21).

"Iya, bahkan korban sudah pernah melakukan hubungan badan dengan istri pelaku, hingga akhirnya pelaku (Ardi) sakit hati dan melakukan pembunuhan tersebut," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (13/9/2024).

1. Hubungan gelap korban dengan istri pelaku terungkap lewat pesan WA

ilustrasi seseorang memakai ponsel (pexels.com/iam hogir)

Berdasarkan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, Devrat mengungkapkan, kasus penemuan mayat sempat menghebohkan warga itu mengarah keterlibatan tiga pelaku Ardi Kurniawan dan Novita Dwi Ramadanti merupakan pasangan suami istri (pasutri), serta pelaku lainnya masih buron insial RZ.

Peristiwa pembunuhan tersebut berlangsung di sebuah kamar kontrakan di Desa Tanjung Waras, Kecamatan Natar, Lampung selatan, Minggu (18/8/2024) sekitar pukul 12.00 WIB.

"Mulanya korban menghubungi dan mengajak kencan istri pelaku Novita melalui pesan WA. Ini diketahui pelaku Ardi dan menyuruh istrinya untuk mengiyakan membalas pesan dari korban, agar datang ke kontrakan mereka pukul 4 sore," ungkap Kasatreskrim.

Terlanjur gelap mata, pelaku Ardi lantas menemui dan mengajak rekannya inisal RZ ikut membantu menghilangkan nyawa korban setibanya di kamar kontrakan tersebut. "Pelaku RZ menyetujui ajakan itu, selanjutnya kedua pelaku berboncengan menuju kontrakan dan menunggu di salah satu kamar kosong kontrakan," sambung dia.

2. Korban meninggal setelah dihantam balok kayu

Tampang pelaku RZ, rekan pelaku Ardi yang ikut membunuh korban Wawan. (Dok. Polres Pesawaran).

Tepat sekitar pukul 16.00 WIB, korban Wawan tiba di kontrakan pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion merah hitam, dan langsung memarkirkan kendaraannya lalu masuk ke dalam kamar.

Setelah korban berada dalam kamar, pelaku Ardi diikuti RZ langsung menyusul masuk kamar tersebut dan memiting leher korban Wawan menggunakan kedua tangan dari belakang dan dibantu RZ dari arah depan untuk memegangi badan korban.

"Korban sempat melawan dengan berontak, selanjutnya pelaku RZ mengambil kayu balok dari depan kontrakan yang langsung dihantamkan ke dada korban sebanyak empat kali hingga Wawan tidak berdaya," terang Devrat.

Mendapati korban mulai tersungkur, pelaku Ardi kembali memukul korban sebanyak dua kali menggunakan balok yang sama hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian. "Selanjutnya pelaku Ardi meminjam mobil Toyota Kijang biru milik tetangganya, dengan alasan ingin memindahkan barang-barang dari rumah orang tua ke kontrakannya," sambung dia.

3. Buang jasad korban pakai mobil pinjaman milik tetangga

Penampakan jasad korban Wawan saat ditemukan warga di bawah Jembatan Sungai Binong. (Dok. Polres Pesawaran).

Dengan kendaraan tersebut, Devrat melanjutkan, para pelaku memasukkan korban ke dalam mobil dan membawanya keliling sekitar Kecamatan Kedondong, karena pelaku sempat kebingungan hendak membuang korban.

Sampai akhirnya, jasad korban terlah terbungkus seprai merah motif bunga-bunga itu diputuskan para pelaku dibuang di jembatan Sungai Binong, hingga ditemukan warga dan sempat membuat heboh masyarakat setempat.

"Untuk kedua tersangka sudah diamankan pasutri inisal AK dan ND saat ini telah diamankan di Polres Pesawaran guna penyidikan lebih lanjut. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas," tandas kasatreskrim.

Editorial Team

Related Article