Polisi Tempuh 9 Jam Antar Bendera Merah Putih ke Daerah Terisolir

- Personel Polsek Ngaras menempuh perjalanan sekitar sembilan jam dalam Ekspedisi Merah Putih untuk membagikan puluhan bendera ke sejumlah pekon terisolir di Kecamatan Bangkunat, Pesisir Barat.
- Rombongan menghadapi muara yang harus diseberangi dengan rakit, jalan tepi laut, tebing, pasir, dan ombak surut sebelum tiba di Bandar Dalam, Way Tiyas, Siring Gading, serta Way Haru.
- Selain membagikan bendera, polisi menyerap keluhan warga dan menyampaikan pesan kamtibmas, termasuk larangan perburuan liar, pembakaran lahan, serta pembalakan di kawasan hutan.
Pesisir Barat, IDN Times - Medan berat tak menghalangi personel Polsek Ngaras untuk menembus wilayah terisolir di Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat. Mereka menempuh perjalanan sekitar sembilan jam demi mengantarkan bendera Merah Putih kepada warga menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Perjalanan itu disebut "Ekspedisi Merah Putih", Kamis (13/8/2026). Rombongan berangkat sekitar pukul 08.00 WIB dari Pekon Sumber Rejo dengan membawa puluhan bendera untuk dibagikan kepada masyarakat di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T).
Tujuan mereka ialah Pekon Bandar Dalam, Way Tiyas, Siring Gading hingga Way Haru. Perjalanan menuju wilayah 3T tidak mudah, personel harus lebih dulu menyeberangi muara menggunakan rakit sebelum melanjutkan perjalanan melalui medan yang berat.
Rombongan kemudian menyusuri jalan di tepi laut, melewati tebing hingga bibir pantai. Kondisi ombak menjadi salah satu tantangan yang harus diperhitungkan. Polisi bahkan harus menunggu ombak surut, sebelum dapat kembali melanjutkan perjalanan.
1. Bagian pendekatan ke masyarakat

Personel Polsek Ngaras menembus wilayah 3T di Kabupaten Pesisir Barat demi antar bendera merah putih untuk warga. (Dok. Polres Pesibar). Kapolsek Ngaras, Iptu Doni Dermawan mengatakan, perjalanan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan personel polisi dengan masyarakat di wilayah sulit dijangkau.
Salah satu sepeda motor digunakan rombongan juga disebut sempat masuk ke pasir ketika menyeberangi muara. Kendati, kondisi tersebut tidak menghentikan perjalanan.
"Medannya cukup berat. Kami harus menyeberangi muara menggunakan rakit dan perjalanan di tepi pantai harus menunggu ombak surut. Perjalanan kemarin dimulai sejak pagi dan baru berakhir sekitar pukul 17.00 WIB," ujarnya, Sabtu (14/8/2026).
2. Selipkan pesan Kamtibmas

Personel Polsek Ngaras menembus wilayah 3T di Kabupaten Pesisir Barat demi antar bendera merah putih untuk warga. (Dok. Polres Pesibar). Ekspedisi tersebut tidak hanya bertujuan membagikan bendera, Doni menyebutkan, polisi juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada masyarakat.
Beberapa pesan tersebut ialah warga diminta tidak melakukan perburuan liar, membuka lahan dengan cara membakar, maupun melakukan pembalakan liar hingga pembakaran di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan hutan lindung.
"Kami tidak hanya ingin membagikan bendera. Kami juga ingin mendengar langsung keluh kesah masyarakat dan mengingatkan bersama-sama, agar lingkungan tetap dijaga," ujar Doni.
3. Disambut euforia warga

Personel Polsek Ngaras menembus wilayah 3T di Kabupaten Pesisir Barat demi antar bendera merah putih untuk warga. (Dok. Polres Pesibar). Seorang warga, Niti mengaku senang menyambut kedatangan para personel polisi di wilayah mereka. Pasalnya, masyarakat turut menyampaikan secara langsung terkait kondisi dan situasi terkini di wilayah setempat.
"Ya, rasanya senang bisa dapat bendera, dipasang depan rumah untuk menyambut 17 Agustusan," imbuh Niti.



















