Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Festival Krakatau 2026 Ditargetkan Bukan Sekadar Agenda Promosi Wisata

Bandar Lampung
Festival Krakatau 2026 Ditargetkan Bukan Sekadar Agenda Promosi Wisata
Ilustrasi Pariwisata. (istockphoto.com/Nattakorn Maneerat)
  • Festival Krakatau 2026 digelar 25–30 Agustus dengan agenda kuliner, kopi, seni, karnaval, dan kolaborasi di sejumlah lokasi untuk menampilkan potensi pariwisata Lampung.
  • Pemprov Lampung menargetkan dampak ekonomi nyata melalui peningkatan wisatawan dan lama tinggal, dengan pencatatan pengunjung, transaksi, dampak UMKM, serta eksposur media sosial.
  • Festival mengusung semangat Nengah Nyappur, mendorong promosi organik dan konsep Zero Waste; sekitar 95 persen pembiayaan didukung sektor swasta, BUMD, BUMN, dan mitra.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Festival Krakatau 2026 bakal digelar 25–30 Agustus 2026. Penyelenggara ke-35 ini digelar sebagai etalase potensi pariwisata Lampung sekaligus ruang kolaborasi untuk memperkuat budaya, ekonomi kreatif, UMKM, dan sektor pariwisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah mengatakan sejumlah agenda utama telah disiapkan, di antaranya Festival Kuliner Krakatau yang melibatkan lebih dari 50 tenant kuliner, Krakatau Talks & Expo yang mengangkat bisnis kopi dari hulu hingga hilir, kompetisi bartender coffee dan kompetisi kopi, solo song, modern dance, festival band, fashion show anak, hingga lomba masak makanan khas.

Selain itu, rangkaian kegiatan juga mencakup karnaval dengan rencana keterlibatan sekitar 1.500 peserta, Lampung Campus Karnaval, pembukaan Festival Krakatau di Lapangan Saburai, serta Malam Pesona dan pemilihan Krakatau pada 30 Agustus 2026.

Festival Krakatau juga diperkuat melalui berbagai kegiatan kolaboratif di luar agenda utama. Di antaranya Harbour Festival di Lampung Selatan, kegiatan di Teluk Kiluan bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, serta kegiatan olahraga di Pantai Candi Mas. 

  1. 1. Ditargetkan bukan sekadar agenda promosi pariwisata

    Ilustrasi pariwisata. IDN Times/Arief Rahmat
    Ilustrasi pariwisata. IDN Times/Arief Rahmat

    Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 bukan hanya sekadar agenda promosi pariwisata, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi nyata. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, mengatakan, peningkatan jumlah wisatawan dan lama tinggal diharapkan dapat menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, serta membuka lapangan kerja.

    Untuk memastikan dampak tersebut dapat diukur, pemerintah akan melakukan pencatatan terhadap berbagai indikator setelah festival, mulai dari jumlah pengunjung, transaksi ekonomi, dampak terhadap UMKM, hingga eksposur di media sosial.

    Wagub juga menegaskan, pengembangan pariwisata Lampung tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan satu jenis destinasi. Namun, harus dibangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi dengan menggabungkan wisata alam, kuliner, budaya, hingga ekonomi kreatif.

    Dengan demikian, wisatawan yang datang ke Lampung tidak hanya memiliki pilihan untuk menikmati wisata alam, tetapi juga dapat mengenal budaya, kuliner, serta berbagai produk ekonomi kreatif daerah. "Pilihan-pilihan lainnya seperti mengunjungi budayanya. Kita aktivasi budaya-budaya seperti itu yang sebetulnya di Lampung juga enggak kalah kaya kekayaan budayanya," ujarnya, Rabu (12/8/2026).

  2. 2. Promosikan potensi Lampung secara organik

    ilustrasi promosi di media sosial (unsplash.com/Maddi Bazzocco)
    ilustrasi promosi di media sosial (unsplash.com/Maddi Bazzocco)

    Dari sisi promosi, dukungan juga datang dari asosiasi hotel, restoran, dan agen perjalanan. Pelaku usaha pariwisata didorong menghadirkan berbagai penawaran serta paket wisata yang dapat mengajak wisatawan tidak hanya menghadiri festival, tetapi juga mengeksplorasi destinasi wisata Lampung.

    Wagub Jihan mengajak masyarakat, pelaku pariwisata, media, dan influencer untuk bersama-sama mempromosikan potensi Lampung secara organik melalui cerita dan pengalaman yang positif. "Promosi terbaik adalah melalui cerita yang dapat dipercaya," tegasnya.

    Selain memperkuat promosi pariwisata, Pemprov Lampung turut mendorong penyelenggaraan festival yang lebih ramah lingkungan. Bersama Dinas Lingkungan Hidup dan sejumlah bank sampah, panitia menyiapkan gerakan kebersihan dan konsep Zero Waste Festival untuk memastikan penyelenggaraan kegiatan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

  3. 3. 95 persen pembiayan dari berbagai pihak

    ilustrasi pembiayaan (pexels.com/@pixabay)
    ilustrasi pembiayaan (pexels.com/@pixabay)

    Tahun ini, Festival Krakatau mengusung semangat "Nengah Nyappur" yang merepresentasikan nilai masyarakat Lampung untuk hadir di tengah masyarakat, membangun kebersamaan, membuka ruang kreativitas, serta memperkuat persatuan.

    Menurut Jihan, implementasi semangat itu menekankan kekuatan utama Festival Krakatau tahun ini berada pada kolaborasi.  Menurutnya, sekitar 95 persen dukungan pembiayaan festival berasal dari berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, BUMD, BUMN, hingga mitra lainnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More