Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inovasi Mahasiswa KKN Unila, Olah Pati Singkong jadi Gula Cair

Inovasi Mahasiswa KKN Unila, Olah Pati Singkong jadi Gula Cair
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) membuat  Program Kerja kreatif pembuatan gula cair singkong (dok/officialunila)
Intinya Sih
  • Mahasiswa KKN Unila membuat Program Kerja GUCASI di Desa Mulyosari, Lampung Selatan.
  • Gula cair singkong diproduksi dari enzim alfa-amilase dan glukoamilase, cocok sebagai pengganti gula pasir dalam makanan dan minuman.
  • GUCASI memiliki manfaat sebagai pengganti gula pasir, indeks glikemik rendah, ramah bagi penderita diabetes, cocok untuk diet khusus, dan lebih ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) membuat  Program Kerja kreatif pembuatan gula cair singkong (GUCASI) di Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan.

Salah satu mahasiswa KKN, Intan Padu Hati Sitorus mengatakan, mayoritas warga Desa Mulyosari merupakan petani, sehingga inovasi tersebut bisa menjadi pengetahuan baru dalam mengelola hasil pertanian terutama singkong sekaligus menjadi nilai tambah bagi ekonomi warga.

1. Apa itu gula cair singkong?

ilustrasi singkong (freepik.com/freepik)
ilustrasi singkong (freepik.com/freepik)

Intan menjelaskan, gula cair singkong merupakan larutan gula yang dihasilkan dari proses hidrolisis atau pemecahan pati singkong menggunakan enzim alfa-amilase dan glukoamilase. Bahan digunakan yakni singkong segar yang dikupas dan cuci bersih, lalu Enzim alfa-amilase untuk likuifikasi dan Enzim glukoamilase untuk sakarifikasi, serta air bersih.

Adapun alat yang digunakan di antaranya pisau, blender, kompor, pengaduk, pipet tetes, panci untuk pemanasan, saringan atau penyaring, dan botol untuk penyimpanan. Menurutnya, proses pembuatan gula cair singkong yang pertama adalah persiapan bahan baku, kemudian ekstraksi pati singkong, dan likuifikasi atau pencairan pati.

"Setelah itu terdapat tahap konversi ke gula, dan diakhiri dengan pengemasan," ujarnya, Minggu (2/2/2025).

2. Manfaat gula cair singkong

ilustrasi gula (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi gula (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Lebih lanjut Intan menjelaskan,  karakterstik GUCASI memiliki warna kuning pucat hingga cokelat keemasan, tekstur kental, dan rasa manis ringan. Kemudian mengandung glukosa, fruktosa, dan maltosa, serta mudah larut dalam air dan berasal dari hidrolisis pati singkong.

"Produk olahan dari singkong ini memiliki banyak manfaat diantaranya sebagai pengganti gula pasir dalam makanan dan minuman, indeks glikemik lebih rendah, lebih ramah bagi penderita diabetes, menjaga kelembapan makanan, cocok untuk roti, kue, dan permen. Selain itu bebas gluten dan alergen, cocok untuk diet khusus, serta lebih ramah lingkungan dibanding gual tebu," jelasnya.

3. Berharap jadi produk bernilai ekonomis

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) membuat  Program Kerja kreatif pembuatan gula cair singkong (dok/officialunila)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) membuat  Program Kerja kreatif pembuatan gula cair singkong (dok/officialunila)

Intan berharap, inovasi tersebut dapat terus berlanjut dan tidak hanya dikonsumsi pribadi skala rumah tangga saja namun bisa bermanfaat dalam skala UMKM.

"Semoga produk ini menjadi salah satu inovasi pemanfaatan singkong yang memiliki nilai ekonomis, menjadi bahan alternatif dalam kesehatan,” kata Intan.

Salah watu warga, Rini Indri Yani selaku Ketua Kelompok PKK dan KWT Dusun 6 Desa Mulyosari mengapresiasi program tim KKN Unila. Menurutnya, selain prosesnya pembuatannya relatif mudah, bahan dasar produk yakni singkong juga mudah ditemukan karena produk lokal desa.

"Harapannya inovasi singkong menjadi gula cair ini dapat terus berlanjut, serta  menjadi produk alternatif bahan pokok," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
Silviana
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Silviana
EditorSilviana
Follow Us

Latest News Lampung

See More