Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari Pertama Nihil, Pencarian Penumpang KMP Batumandi Masih Berlanjut
Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang KMP Batumandi diduga terjatuh ke laut. (Dok. Basarnas Lampung)
  • Tim SAR Gabungan masih mencari Zora Panasea Martauli Ompusunggu, penumpang KMP Batumandi yang diduga jatuh ke laut di perairan Pulau Panjurit, Lampung Selatan.
  • Pencarian hari pertama belum membuahkan hasil meski sempat ada indikasi tanda korban, dan operasi dilanjutkan dengan metode SAR Map Prediction agar lebih terfokus.
  • Basarnas mengimbau pengguna jasa penyeberangan untuk selalu mematuhi aturan keselamatan kapal serta segera melapor jika menemukan situasi berpotensi bahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lampung Selatan, IDN Times - Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang KMP Batumandi diduga terjatuh ke laut di sekitar Perairan Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/7/2026).

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara mengatakan, operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan pada hari pertama masih nihil. Kegiatan itu dihentikan sementara pada pukul 17.20 WIB, karena pertimbangan kondisi operasi di lapangan.

"Ya, operasi akan dilanjutkan sesuai rencana operasi hari kedua dengan memperhitungkan prediksi pergerakan korban, sehingga proses pencarian bisa lebih efektif," ujarnya dikonfirmasi, Jumat (10/7/2026).

1. Sempat ditemukan indikasi kemunculan tanda-tanda korban

Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), penumpang KMP Batumandi diduga terjatuh ke laut. (Dok. Basarnas Lampung)

Dalam operasi pencarian hari pertama kemarin, Rezie mengungkapkan, tim lebih dulu menggelar briefing dan koordinasi sebelum bergerak menuju lokasi kejadian. Pencarian dilakukan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02, dengan menyisir area di sekitar titik dugaan korban terjatuh.

Memasuki sekitar pukul 14.50 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak terkait adanya indikasi kemunculan tanda-tanda korban di koordinat 05°54.507' LS – 105°47.185' BT.

"Kami segera bergerak menuju lokasi tersebut dan melakukan penyisiran di sekitar koordinat yang diinformasikan. Namun hingga operasi hari pertama selesai, korban belum berhasil ditemukan," ucapnya.

2. Pencarian bakal manfaatkan SAR Map Prediction

Operasi SAR Gabungan di Pantai Greenbowl (Dok.IDN Times/Basarnas Denpasar)

Pencarian akan dilanjutkan pada hari kedua dengan mengacu pada SAR Map Prediction atau prediksi pergerakan korban, agar area pencarian dapat lebih terfokus.

Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan melibatkan personel Pos SAR Bakauheni, unsur TNI, Polri, ASDP Bakauheni, serta keluarga korban.

"Adapun sarana yang dikerahkan meliputi satu unit RIB 02, kendaraan Rescue D-Max, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, alat pelindung diri, dan perlengkapan pendukung lainnya," urai Rezie.

3. Imbau penggunaan jasa penyeberangan patuhi keselamatan

Proses evakuasi KMP Batumandi kandas di Pulau Panjurit, Lampung Selatan. (IDN Times/Istimewa)

Rezie turut mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna jasa penyeberangan, agar selalu mematuhi aturan keselamatan selama berada di atas kapal.

"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan segera melaporkan kepada petugas, apabila mengetahui adanya kondisi yang berpotensi membahayakan sehingga dapat segera ditindaklanjuti," imbuhnya.

Dalam peristiwa ini, Zora Panasea Martauli Ompusunggu merupakan perempuan asal Perum Mutiara Citra Asri Blok D24 RT 001/RW 014, Kecamatan Indihiang, Jawa Barat. Peristiwa bermula saat KMP Batumandi akan bersandar di Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 01.42 WIB.

Saat itu, awak kapal mengimbau seluruh penumpang untuk kembali ke kendaraan masing-masing. Namun, seorang ibu melaporkan bahwa anaknya belum kembali ke kendaraan. Petugas kapal kemudian melakukan pemanggilan melalui pengeras suara sebanyak lima kali, namun tidak mendapat respons.

Alhasil, pencarian di seluruh area kapal kemudian dilakukan hingga ditemukan sepasang sepatu dan jaket di tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan satu. Temuan tersebut menguatkan dugaan korban terjatuh ke laut, sehingga pihak kapal segera berkoordinasi dengan Basarnas Lampung untuk meminta bantuan pencarian.

Curated For You

Editorial Team

Related Article