Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gunung Anak Krakatau Hari Ini: Nihil Erupsi Tapi Masih Terjadi Gempa

Bandar Lampung
Gunung Anak Krakatau Hari Ini: Nihil Erupsi Tapi Masih Terjadi Gempa
Pengamatan visual Gunung Anak Krakatau, Sabtu (12/9/2026). (Dok. BPBD Lampung).
  • BPBD Lampung mencatat tidak ada erupsi atau asap kawah Gunung Anak Krakatau pada 06.00–12.00 WIB, tetapi kondisi visual terhalang kabut level 0–III.
  • Instrumen merekam aktivitas kegempaan, meliputi satu gempa hembusan, satu low frequency, delapan gempa hybrid, dan satu tremor menerus selama periode enam jam.
  • Status Gunung Anak Krakatau tetap Level III Siaga; BPBD mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyampaikan laporan terbaru terkait pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (12/9/2026).

Berdasarkan hasil pengamatan periode pukul 06.00–12.00 WIB, tidak teramati adanya erupsi maupun asap kawah pada gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut.

Meski demikian, aktivitas kegempaan di dalam perut gunung tercatat beberapa kali masih cukup intens terjadi.

  1. 1. Gunung Anak Krakatau masih tertutup kabut

    IMG_20260911_164326.jpg
    Pengamatan aktivitas Gunung Anak Karakter, Jumat (11/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung)

    Berdasarkan hasil pemantauan visual, Analis Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Faresha Revanza menjelaskan, kondisi cuaca di sekitar area Gunung Anak Krakatau terpantau berawan dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat laut.

    Selain itu, tubuh gunung juga teramati masih tertutup kabut level 0–III, sehingga asap dari kawah tidak teramati secara langsung.

    "Hingga siang tadi, Gunung Anak Krakatau masih tertutup kabut, dengan status masih menunjukan Siaga," jelasnya, Sabtu (12/9/2026).

  2. 2. Catat delapan kali gempa hybrid

    Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi gempa. (IDN Times/Arief Rahmat)

    Secara kegempaan, Faresha melanjutkan, instrumen merekam sejumlah aktivitas getaran selama rentang waktu enam jam tersebut.

    Dari data tersebut 1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 9 mm dan durasi gempa 21 detik, 1 kali gempa Low Frequency (amplitudo 11 mm dengan durasi gempa 5 detik), dan 8 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak amplitudo 9–22 mm dengan durasi gempa 5–10 detik (S-P tidak teramati).

    "Kami juga mendeteksi ada satu kali gempa Tremor Menerus, amplitudo 2–10 mm dengan amplitudo dominan 3 mm," sebut dia.

  3. 3. Masih status Siaga level III, imbau tetap waspada

    IMG_20260911_164334.jpg
    Pengamatan aktivitas Gunung Anak Karakter, Jumat (11/9/2026). (Dok. Basarnas Lampung)

    Dari hasil pemantauan, Faresha mengonfirmasi tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih bertahan di Level III (Siaga). Meskipun erupsi nihil pada periode pengamatan Sabtu pagi hingga siang, kewaspadaan tetap harus dijaga.

    Oleh karenanya, BPBD Provinsi Lampung terus mengingatkan masyarakat, wisatawan, pengunjung, maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dan melarang beraktivitas di dalam radius bahaya dari kawah aktif.

    "Kami selalu mengingatkan, hindari Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif," imbuh Faresha.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More