Diduga Korsleting Listrik Mobil di Bandar Lampung Terbakar

STNK ikut terbakar, korban luka bakar
Petugas padamkan api dalam waktu singkat
Imbauan waspadai sistem kelistrikan mobil
Bandar Lampung, IDN Times – Mobil Wuling Confero nomor polisi BE 1579 AAI terbakar di Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, Rabu (11/6/2025).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan mengatakan penyebab sementara kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada kabel kendaraan yang kemudian memicu percikan api dan membakar mobil dalam waktu singkat.
“Dugaan awal kami, kebakaran dipicu korsleting listrik. Ada percikan yang kemudian membesar dan membakar kendaraan,” katanya.
1. STNK ikut terbakar

Percikan api yang timbul dari sistem kelistrikan mobil langsung membesar sebelum sempat dikendalikan. Dalam waktu singkat, sebagian besar bodi mobil terbakar. Bahkan, dokumen penting seperti STNK mobil juga ikut hangus terbakar. “Menurut keterangan sopir, STNK mobil juga ikut terbakar,” jelas Anthoni.
Satu orang korban bernama M Rizky Ramadhan (27) mengalami luka bakar di bagian wajah, leher, punggung tangan, dan punggung kaki, dengan total luka sekitar 13 persen. "Korban langsung dilarikan ke RS Airan Raya untuk mendapatkan penanganan medis," tambah Anthoni.
2. Petugas padamkan api dalam waktu singkat

Damkarmat menerjunkan dua unit mobil pemadam dari Pos Siaga Tanjung Senang dan Mako Tendean, dengan enam personel. Api berhasil dipadamkan menggunakan satu tangki air.
“Laporan kami terima pukul 08.54 WIB. Petugas langsung bergerak dan berhasil mengendalikan api agar tidak menyebar ke sekitar,” ujar Anthoni.
3. Imbauan waspadai sistem kelistrikan mobil

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pemilik kendaraan agar rutin memeriksa sistem kelistrikan mobil.
Korsleting menjadi salah satu penyebab umum kebakaran kendaraan, terutama jika instalasi kabel sudah termodifikasi atau tidak terawat.
“Waspadai kabel-kabel yang sudah aus, sambungan tidak standar, atau perangkat tambahan yang bisa membebani kelistrikan. Jangan anggap sepele,” imbau Anthoni.



















