Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dianugerahi Pusaka, Gubernur Diangkat Saudara Kepaksian Sekala Brak

Dianugerahi Pusaka, Gubernur Diangkat Saudara Kepaksian Sekala Brak
Pengangkatan saudara Sultan Sekala Brak dalam prosesi Angkon Muakhi atau Pengakuan Bersaudara digelar Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djauzal. (Dok. Pemprov Lampung).
Intinya Sih
  • Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi diangkat sebagai saudara Sultan Sekala Brak dalam prosesi Angkon Muakhi dan menerima Tongkat Pusaka Bindung Langit sebagai simbol persaudaraan adat.
  • Mirza menegaskan amanah untuk mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat adat serta menjadikan pelestarian budaya bagian penting pembangunan, termasuk penetapan 17 Desa Wisata Berbudaya di Lampung.
  • Ia juga menyoroti prioritas pendidikan, hilirisasi pertanian, dan infrastruktur guna memperkuat ekonomi daerah serta mendorong generasi muda mencintai budaya demi mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Lampung Barat, IDN Times - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima penghormatan adat berupa pengangkatan sebagai saudara Sultan Sekala Brak dalam prosesi Angkon Muakhi atau Pengakuan Bersaudara digelar Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong.

Prosesi sakral berlangsung di Lamban Gedung, Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat. Mirza, sapaan gubernur, dianugerahi Tongkat Pusaka Bindung Langit, Lencana Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong, serta Lencana Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).

Selain itu, Mirza turut dikukuhkan sebagai Jamma Balak ni Saibatin atau Orang Besar di Kerajaan dan resmi diangkat sebagai saudara oleh Sultan Sekala Brak.

1. Angkon Muakhi bukan sekadar seremoni

IMG_20260711_160812.jpg
Pengangkatan saudara Sultan Sekala Brak dalam prosesi Angkon Muakhi atau Pengakuan Bersaudara digelar Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djauzal. (Dok. Pemprov Lampung).

Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, Pangeran Edward Syah Pernong mengatakan, prosesi Angkon Muakhi memiliki makna mendalam sebagai simbol ikatan persaudaraan yang diwariskan lintas generasi.

Menurutnya, penganugerahan Tongkat Pusaka Bindung Langit tersebut juga bukan sekadar simbolis, melainkan memiliki nilai dan amanah yang harus dijaga.

"Angkon Muakhi ini adalah sebuah bentuk rasa untuk menyatakan hubungan yang guyup dan dekat untuk diteruskan dari generasi ke generasi. Tongkat yang kita berikan tadi bukan merupakan kebetulan, tongkat itu memiliki makna dan nilai," ujarnya.

2. Amanah jaga hubungan pemerintah dan masyarakat adat

IMG-20260113-WA0025.jpg
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. (Dok. Pemprov Lampung).

Mirza turut menyampaikan rasa syukur atas penghormatan yang diberikan Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong. Ia menyebut, pengangkatan tersebut merupakan amanah besar untuk terus mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat adat.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung turut berkomitmen menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. "Kami ingin budaya Lampung tidak hanya terjaga sebagai warisan, tetapi tetap hidup dalam keseharian masyarakat," katanya.

Selain itu, ia juga mengatakan Pemprov Lampung telah menetapkan 17 desa sebagai Desa Wisata Berbudaya pada tahun ini, termasuk Kepaksian Pernong. "Saya percaya daerah yang maju adalah daerah yang menjadikan budaya sebagai fondasi untuk melangkah lebih jauh di dalam pembangunan," lanjut dia.

3. Soroti pendidikan, hilirisasi hingga pembangunan infrastruktur

IMG_20260711_160754.jpg
Pengangkatan saudara Sultan Sekala Brak dalam prosesi Angkon Muakhi atau Pengakuan Bersaudara digelar Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djauzal. (Dok. Pemprov Lampung).

Selain pelestarian budaya, Mirza menegaskan pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas pemerintah daerah. Melalui Program Kelas Cangkok, pemerintah membuka kesempatan bagi generasi muda Lampung belajar di lembaga pendidikan maupun dunia usaha lebih maju sebelum kembali membangun daerah asalnya.

Ia juga menyoroti Program Satu Desa Satu Sarjana, agar setiap pekon memiliki sumber daya manusia unggul sebagai motor pembangunan. Di sektor ekonomi, Mirza menilai Lampung Barat memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, dan pariwisata.

Oleh karena itu, Pemprov Lampung juga terus mendorong hilirisasi pertanian agar hasil bumi memiliki nilai tambah sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung distribusi hasil produksi, akses wisata, layanan pendidikan, kesehatan, hingga investasi.

"Budayanya kita jaga, manusianya kita siapkan melalui pendidikan, ekonominya kita kuatkan melalui hilirisasi pertanian, dan konektivitasnya kita dukung dengan infrastruktur yang semakin baik. Dengan cara itulah kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan," katanya.

Tak hanya itu, Mirza juga mengajak seluruh Sai Batin dan penyimbang adat untuk terus menjaga persatuan, membimbing generasi muda mencintai budaya, menghormati orang tua, rajin belajar, bekerja keras, dan peduli terhadap sesama. "Ini demi mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas 2045," lanjut dia.

4. Komitmen perkuat pelestarian budaya

IMG-20260708-WA0008.jpg
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat berdialog dengan masyarakat dalam kunjungan kerja di Kecamatan Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur. (Dok. Pemprov Lampung).

Pangeran Edward Syah Pernong mengatakan, pengangkatan Mirza sebagai saudara merupakan bentuk penghormatan sekaligus ikatan kekeluargaan. Ia menilai, gubernur Lampung memiliki komitmen kuat dalam menjaga adat dan budaya Lampung melalui berbagai program.

Mulai dari pembangunan desa adat, pencanangan Kamis Beradat untuk melestarikan bahasa Lampung, hingga pembangunan infrastruktur berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

"Hari ini adinda Mirzani Djausal telah menjadi saudara. Karena itu saya menganggap adinda sebagai adik saya sendiri," imbuh mantan Kapolda Lampung tersebut.

Di momen itu, Mirza turut menyerahkan piagam penghargaan kepada Pangeran Edward Syah Pernong sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam perlindungan, pelestarian, pemanfaatan, dan pengembangan budaya di Provinsi Lampung.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More