7 Ribu Lebih Warga Sudah Ikut Cek Kesehatan di Bandar Lampung

- Lebih dari 7 ribu warga Bandar Lampung telah ikut cek kesehatan gratis melalui aplikasi Sehat Desti.
- Peserta akan menerima rapor kesehatan yang mencakup berbagai aspek kondisi tubuh setelah pemeriksaan selesai.
- Keluhan utama yang ditemukan pada peserta adalah masalah gigi dan mulut, hipertensi, obesitas sentral, dan gangguan penglihatan.
Bandar Lampung, IDN Times – Pemerintah Kota Bandar Lampung telah melaksanakan program cek kesehatan gratis sebagai bagian dari program prioritas Presiden.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri, mengatakan kegiatan ini berlangsung sejak 10 Februari. "Hingga 5 Juni 2025, berdasarkan data kita sudah ada sebanyak lebih dari 7 ribu warga Bandar Lampung yang ikut cek kesehatan gratis ini," katanya, Rabu (11/6/2025).
1. Pendaftaran lewat aplikasi Sehat

Desti menyampaikan program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Tercatat lebih dari 7 ribu warga sudah mengikuti layanan ini.
“Untuk bisa ikut, masyarakat cukup mendaftar melalui aplikasi Sehat. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh dan gratis sesuai dengan kompetensi layanan di puskesmas,” ujarnya.
2. Peserta dapat rapor kesehatan

Setelah pemeriksaan selesai, peserta akan menerima rapor kesehatan yang mencakup berbagai aspek kondisi tubuh. “Dari hasil pemeriksaan, diketahui apakah seseorang tergolong sehat atau perlu penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan berdasarkan siklus hidup, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia. "Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan antara lain pengukuran tekanan darah hingga fungsi ginjal," kata Desti.
3. Keluhan utama

Dari hasil rapor kesehatan tersebut, Desti menyebutkan ada beberapa penyakit yang paling sering ditemukan pada peserta. “Yang paling banyak itu masalah gigi dan mulut, hipertensi, obesitas sentral, dan gangguan penglihatan,” jelasnyanya.
Dinas Kesehatan berharap, melalui program ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan bisa mengambil langkah pencegahan sejak dini.