Debat Kedua Pilkada Bandar Lampung Digelar Pertengahan November

- KPU Bandar Lampung akan menggelar debat kedua pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pertengahan November 2024.
- Debat kedua akan fokus pada isu-isu menyentuh kebutuhan masyarakat dan kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat.
- Pada debat pertama, KPU Bandar Lampung berhasil memfasilitasi para pasangan untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka.
Bandar Lampung IDN Times – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung akan menggelar debat kedua bagi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota pada pertengahan November 2024.
Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Dedy Triyadi mengatkan, debat kali ini akan mengangkat tema yang lebih kompleks, terkait persoalan dihadapi masyarakat.
“Tema yang kelak diusung merupakan persoalan riil yang dihadapi masyarakat dan upaya sinergi pembangunan yang akan dilakukan kedepannya,” ujarnya.
1. Isu masyarakat dan kolaborasi dengan pemerintah pusat

Dedy menjelaskan, debat kedua akan fokus pada isu-isu menyentuh kebutuhan masyarakat dan kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat.
“Debat ini bertujuan untuk mengangkat isu sinergi pembangunan di berbagai tingkatan serta solusi atas permasalahan yang ada di Kota Bandar Lampung,” ujarnya.
2. Rencanakan debat di siang hari

Dedy menjelaskan, pada debat Pilkada Bandar Lampung yang kedua ini rencananya akan digelar pada siang hari ini dan disiarkan oleh media televisi nasional.
Ia menyebut, meski format dan segmen perdebatan akan serupa dengan yang pertama, ia berharap pesan moral yang disampaikan oleh para calon dapat lebih menyentuh masyarakat.
“Kami ingin debat ini benar-benar mencerminkan kesiapan para calon dalam memimpin kota dan menyelesaikan tantangan yang dihadapi warga Bandar Lampung,” jelasnya.
3. Berhasil pada debat pertama

Deddy menuturkan, pada debat pertama KPU Bandar Lampung berhasil memfasilitasi para pasangan untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka.
Ia menilai, perdebatan tersebut memberikan ruang bagi kedua pasangan calon untuk membahas rencana mereka secara mendalam dan berargumen kritis.
“Kami melihat kedua pasangan calon mampu mengekspresikan ide-ide mereka dengan kritis dan tidak hanya mengiyakan pernyataan lawan,” tuturnya.



















