Cerita Guru di Lampung Ikuti Training Gratis Coding dan Robotik di UBL

- Universitas Bandar Lampung mengadakan pelatihan gratis coding, AI, dan robotik bagi 100 peserta dari kalangan guru dan masyarakat umum se-Lampung di Gedung Innovation Centre UBL.
- Peserta mempelajari materi mulai dari computational thinking, pemrograman robot, hingga penerapan AI dalam pembelajaran dengan bimbingan para pakar teknologi dan pemrograman.
- UBL berharap para guru menjadi trainer internal di sekolah untuk memperkuat ekosistem pendidikan digital serta meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di Provinsi Lampung.
Bandar Lampung, IDN Times - Universitas Bandar Lampung (UBL) melalui Pusat Studi Mekatronika dan Otomatisasi (PSMO) menggelar Training Gratis Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Robotik bagi guru serta masyarakat umum se-Lampung.
Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan di Gedung Innovation Centre UBL. Peserta terdiri dari 60 guru SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta serta 40 peserta non-guru yang memiliki minat terhadap pengembangan teknologi pendidikan.
1. Apa saja pelatihan didapat para guru?

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari dasar hingga lanjutan, seperti computational thinking, pemrograman robot, hingga pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran. Materi yang diberikan juga mencakup pendidikan DIY (Do It Yourself), pembuatan coding untuk robot, pemrograman videotron, pengenalan sensor dan aktuator, hingga praktik pembuatan berbagai jenis robot seperti robot explorer, robot soccer, robot obstacle, dan robot kreatif.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pengajar yang merupakan pakar di bidang teknologi dan pemrograman, di antaranya Riza Muhida, Muhammad Riza, Harhono Saputro, Tia Tanjung, Ahmad Cucus, Bambang Pratowo, Fenty Ariani, Taqwan Tamrin, Wiwin Susanti, Yutsi Aprilinda, dan Mulyana.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang pelatihan. Salah seorang guru peserta mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam memahami teknologi robotik. “Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Kami belajar memprogram robot dengan cara yang mudah dan mendapatkan banyak ide untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
2. Guru dapat menjadi trainer internal di sekolah pembelajaran berbasis coding, AI, dan robotik

Wakil Rektor I UBL, Erry YT Adesta mengatakan, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya UBL mendorong lahirnya generasi yang melek teknologi dan inovasi. “Kegiatan ini sangat baik untuk membangkitkan minat siswa dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berinovasi melalui teknologi,” katanya, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ini UBL ingin memastikan keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan di dalam kampus, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “UBL terus berupaya menjadi kampus yang berdampak, dengan menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kapasitas guru, memperkuat ekosistem pendidikan digital, serta mendorong lahirnya generasi muda yang siap menghadapi perkembangan teknologi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PSMO UBL berharap para guru dapat menjadi trainer internal di sekolah masing-masing sekaligus menjadi penggerak pengembangan pembelajaran berbasis coding, AI, dan robotik. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital yang inovatif dan berkelanjutan di sekolah-sekolah di Provinsi Lampung.
3. Tingkatkan kualitas pendidikan di daerah

Kabid Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Suslina Sari menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memajukan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung. Kami berharap para guru dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujarnya.


















